Pelajar Malang dan Jombang Terpilih Duta Sungai


MALANG – Dua pelajar terpilih menjadi pemenang dalam pemilihan Duta Sungai 2017. Keduanya yakni Rahmat Firdansyah dari SMAN 2 Jombang dan Cinthia Aisyah Saraswati dari SMAN 2 Kota Malang. Mereka menyisihkan delapan finalis lainnya saat grand final di Gedung Pertamina SMKN 2 Kota Malang.
Ajang pemilihan Duta Sungai itu dalam rangka peringatan 20 Tahun Hari Jadi Jaring-jaring Komunikasi Pemantauan Kualitas Air (JKPKA). Event ini diselenggarakan Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I. Tujuannya, untuk mengampanyekan pelestarian Sungai dari bahaya sampah maupun limbah yang berbahaya bagi lingkungan.
Direktur Utama Perum Jasa Tirta I Raymond Valiant Ruritan, MT mengatakan, pengetahuan terhadap pelestarian terhadap sungai harus dilakukan sejak dini.
“Jika ada Duta Pariwisata, Duta Kebudayaan, kami di Perum Jasa Tirta I punya Duta Sungai. Seberapa urgensinya, karena siswa ini ingin punya tokoh,” ujarnya kepada wartawan.
Dia menjelaskan, program Duta Sungai 2017 ini memang baru kali pertama kali. Sehingga, kegiatan ini menjadi role model. Duta terpilih ini menjadi inspirasi bagi siswa yang lain. Selain itu, tugas dari kedua duta tersebut, mengampanyekan terhadap teman sebaya maupun pelajar tingkat SMA, supaya tidak merusak kondisi sungai.
“Ada beberapa penyebab sungai rusak atau tercemar. Diantaranya membuang sampah dan pembuangan limbah yang dilakukan di sungai,” terangnya.
Inilah kata dia, mejadi tugas Duta Sungai supaya mengkampanyekan untuk tidak membuang sampah dan limbah di sungai. Lantaran hal ini bisa merusak kualitas air yang berbahaya apabila dikonsumsi.
“Di Pulau Jawa ini masalah air dan sungai sangat besar. Ada pencemaran limbah, ada alih fungsi lahan yang menyebabkan erosi dan sedimentasi di waduk yang kita kelola. Adanya kerusakan ini maka alam yang menjadi korbannya,” paparnya.
 Sehingga, kata dia, kepedulian generasi muda terhadap kelestarian sungai sangat dibutuhkan saat ini.
Dia mengatakan, Selain Duta Sungai,  PJT I juga menggelar Radyastuti Award yakni penghargaan yang diberikan kepada para insan yang telah berperan aktif dalam mengawal JKPKA dan atas peran serta yang diberikan selama 20 tahun JKPKA berdiri. Hingga kini terdapat 200 sekolah  yang tergabung dalam wadah JKPKA tersebut.
“Semua sekolahan yang tergabung dalam JKPKA ini memiliki wawasan tentang air dan sungai. Selain itu, juga memiliki kepedulian tinggi terhadap sungai. Sekolahan berparrtisipasi akti untuk melestarikan sungai,” tuturnya. Dia menjelaskan, Adapun penerima Radyastuti Awards dibagi dua kategori,  yakni sekolah dan guru terbaik.
Sekolah yang mendapatkan penghargaan yakni SMAN 2 Malang. Sedangkan kategori guru terbaik diraih Soetarno Said yang pernah menjadi guru di SMAN 2 Jombang dan kini menjadi koordinator JKPKA. (big/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...