Mahasiswa Tata Boga UM Ditantang Kelola Cafe


MALANG - Program Studi (Prodi) D3 Tata Boga Universitas Negeri Malang (UM) memiliki sebuah cafe untuk kegiatan praktik mahasiswa. Café Warna namanya, beroperasi sejak 2014. Café ini juga jadi sarana pembelajaran bagi kelompok mahasiswa semester 5 jurusan D3 Tata Boga.
Ketua Program Studi D3 Tata Boga Dr Mazarina Devi, M.Si mengatakan, cafe ini sekaligus menjadi ajang uji coba sejumlah menu hits yang diajarkan di kampus. Salah satunya, pastry.
“Belajar membuat pastry baru kami berikan, kalau memang anak-anak berani bisa dipraktikkan dengan dijual di cafe,” ujarnya.
Menurutnya, cafe tersebut saat ini juga dijadikan sarana pembelajaran baru bagi kelompok mahasiswa semester 5 jurusan D3 Tata Boga. Selayaknya pengelola Café, mahasiswa yang mengelola harus membayar uang sewa 5 juta per semester. Menu dibebaskan, namun mahasiswa juga dituntut untuk membuat menu sesuai dengan dinamika bisnis kuliner. 15 orang mahasiswa diberi kewenangan penuh untuk mengelola kafe di tengah lingkungan Fakultas Teknik itu.
"Untuk praktik mahasiswa semester 5 diwajibkan memilih untuk mengelola kafe atau katering. Dengan praktik ini kami belajar mengelola, memanajemen waktu, dan memasak dengan cepat, enak, dan konsisten," ujar manajer Café Warna Ziadun Nahdea.
Mereka terbagi dalam beberapa bagian, yaitu manajer, produksi, personalia, keuangan, dan pemasaran.
"Goalnya kami harus mencapai laba tertentu di akhir semester. Kalau rugi, nantinya dipotong dari gaji karyawan," terangnya.
Ia mengaku, praktik ini benar-benar belajar seperti mengelola bisnis sendiri. Setiap harinya ada evaluasi dari dosen dan di tengah semester nanti ada evaluasi dari angket pengunjung. Zia mengaku memilih prodi Tata Boga untuk bersiap meneruskan usaha kuliner keluarga di wilayah Tumpang, Kabupaten Malang. (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :