Perangi Bullying, Sekolah Pantau Medsos Siswa

 
MALANG - Selain harus menyesuaikan diri di lingkungan baru, salah satu yang kerap menjadi momok bagi siswa baru di tahun ajaran baru yakni bullying. Dalam hal ini, cara yang dilakukan oleh sekolah berbeda satu sama lain.
Berbagai cara yang dilakukan oleh SMP Brawijaya Smart Scholl, diantaranya pencegahan bullying meliputi berbagai imbauan dan nasihat yang gencar dilakukan di tahun ajaran baru, dan guru BK yang secara intensif memperingatkan melalui mata pelajaran BK di jam yang telah disediakan. Kemudian, sekolah juga melakukan koordinasi dengan siswa lain dan orang tua untuk deteksi dini adanya bullying di lingkungan sekolah. Dan yang paling menarik yakni memantau media sosial siswanya.
“Guru di sekolah berteman dengan siswa di media sosial, untuk mencegah bullying terjadi melalui sosial media,” terang Kepala SMP BSS Malang, Muchammad Arif, S.Si., M.Pd.
Selain itu, sekolah juga memasang poster anti bullying yang ditempel di dinding. Tujuannya, untuk memberikan efek dan peringatan bagi yang lain, dengan memberikan hukuman bagi siswa yang terbukti menjadi pelaku bullying di sekolah.
Sementara di SMP Islam Sabilillah Malang, ada program kakah asuh sebagai upaya mencegah bulliying. Siswa kelas 9 dibentuk sebagai kelompok kakak asuh yang memiliki adik asuh kelas 8, dan siswa kelas 8 memiliki adik asuh kelas 7. Pembentukan saudara asuh ini diharapkan dapat membentuk kekompakan, kerja sama, dan saling ngemong, akrab, santun, saling berinterasi dengan baik dalam lingkungan sekolah antara kakak dan adik asuh sehingga akan timbul kenyamanan di antara siswanya.
“Pembentukan saudara asuh ini cukup efektif untuk menghindari diri dari makin maraknya kekerasan terhadap siswa, seperti bullying, punishment, ancaman atau intimidasi, pemukulan, pencubitan, dll yang dilakukan kakak kelas atau senior kepada  adik kelas atau junior di sekolah” ujar Kepala Sekolah SMP Islam Sabilillah Malang, Idi Rathomy Baisa, S.Pd, M.Pd dalam rilis LPIS beberapa waktu lalu.
Pembentukan kelompok saudara asuh ini selalu dalam dampingan wali asuh dan sudah dilakukan sejak tahun lalu. Cara ini dianggap efektif untuk menghindari adanya bullying dan jarak antara adik dan kakak kelas, juga untuk dijadikan rujukan dalam pembentukan karakter di sekolah. 
Sementara itu, SMPN 18 Malang mencegah bullying melalui kerja sama dengan orang tua sebagai perwujudan pentingnya pendidikan keluarga, sehingga anak selalu dilimpahi perhatian yang akan memupuk kepercayaan dirinya. Pendidikan karakter kembali menjadi salah satu solusi dalam mencegah bullying, sehingga siswa memiliki karakter yang utuh sebagai individu, bagian masyarakat dan bernegara.
“Guru juga harus cermat memberikan perhatian, pendekatan dan pengawasan, pada saat rawan dimana anak melakukan khilaf. Juga kerja sama dengan institusi terkait, agar siswa memiliki wawasan secara hukum, mental dan sosial,” kata Kepala SMPN 18 Malang, Drs Budi Santoso, M.M. 
Kerja sama tersebut meliputi dengan kepolisisan tentang kenakalan remaja, dengan dinas kesehatan tentang kesehatan mental. Juga tes psikologi dari UMM terhadap tumbuh kembang siswa di tahun ajaran baru sehingga guru tahu persisi kondisi secara utuh tentang anak didiknya. (mg19/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...