magista scarpe da calcio Serunya Lomba Memasak Daging Kurban


Serunya Lomba Memasak Daging Kurban

 
MALANG - Momen Idul Adha di SMP Islam Sabilillah dirayakan dengan kegiatan  yang sedikit berbeda. Siswa sebagai perwakilan kelas berlomba memasak daging hewan kurban dan menyajikannya kepada sekitar 30 orang tukang becak. Meski lomba ini diikuti oleh siswa, namun orang tua juga diberi kesempatan membantu di menit-menit panic button ditekan.
“Di satu tim ada tiga siswa laki-laki  dan tiga siswa perempuan, juga dibantu oleh dua orang tua dengan free pass dan hanya diperbolehkan sebanyak tiga kali lima menit, itupun hanya di tengah dan di akhir proses.  Meksipun cuman dua orang tua yang boleh membantu, namun yang datang lebih dari itu,” ujar Waka Humas SMPI Sabilillah Malang, Kurnia Islamiyah, S.Pd.
Menu yang dipilih siswa bermacam-macam, di antaranya bola-bola daging, beef teriyaki, sate, steak, dan masih banyak lagi. Dengan waktu 45 menit, setiap kelompok harus menyajikan 3 hidangan dari seperempat kilogram daging yang telah disediakan oleh sekolah. Sedangkan untuk bahan lain dan perlengkapan memasak, dibawa sendiri oleh siswanya.
Dari tiga hidangan tersebut, satu diperuntukkan untuk juri sedangkan dua lainnya dihidangkan untuk tukang becak di sekitar sekolah yang sebelumnya telah diundang. Sekitar 30 tukang becak hadir di lingkungan sekolah, lengkap dengan becak miliknya.
“Biar anak-anak semangat dan serius dalam memasak, karena akan dihidangkan untuk orang lain,” imbuh Kurnia.
Kelompok Najwa Marsa Loriz memilih menu semur bola-bola daging, atas kesepakatan satu tim bersama. Meski baru pertama kali mempraktikan menu yang resepnya diambil dari internet, namun anggota kelompok kelas 8 E ini optimis mendapat juara.
“Rasanya sudah enak, cuman kurang kenyal karena tadi kurang diberi tepung kanji. Jadi ketika digigit, langsung ambyar,” ungkapnya.
Najwa, sapaan akrabnya memang sering memasak di rumah. Dia pun juga merasa perlomban ini sangat seru dan menyenangkan, meskipun harus sedikit repot. Sebagi penilai, hadir tim juri yang terdiri dari dua orang tua siswa dan satu ahli gizi sekolah.
Bersamaan dengan lomba ini, juga diadakan lomba bedah organ dalam hewan kurban. Setiap kelompok kelas mendapatkan satu ekor hewan untuk diamati tubuh bagian dalamnya, difoto, kemudian dipresentasikan. Bagi kelas VII, bertugas untuk mengamati morfologi, kelas VIII mengamati sistem rangka sementara siswa kelas IX harus mengamati sistem organ tubuh hewan. Sementara itu, siswa juga terbagi lagi dalam lomba kolase foto manasik haji yang kegiatannya telah diadakan beberapa saat yang lalu. (ras/van) 

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top