Siswa SDN Blimbing 2 Dikenalkan Budaya Jepang

 
MALANG - Siswa SDN Blimbing 2 antusias menyambut 23 mahasiswa asal dari Hiroshima University, Sabtu (2/9) kemarin. Mereka menyambut para mahasiswa asal Jepang itu dengan berbagai penampilan serta bersemangat mendapat pembelajaran tentang Negeri Sakura itu. Kunjungan tersebut diharapkan menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi siswa.  
“Bagi mahasiswa tingkat satu di Jepang memang ada Summer Course di luar negeri, dan tidak hanya di Indonesia saja. Kami arahkan ke sini karena kebetulan anak saya sekolah di sini, jadi mudah bagi saya untuk aksesnya,” jelas Penanggung Jawab Summer Course Universitas Brawijaya, Ismatul Khasanah, Ph.D.
Para mahasiswa itu ditemani dua orang staf pendamping dan satu orang professor. Mereka  mengajari siswa SDN Blimbing 2 menyanyi lagu nasional Jepang, budaya dan permainan Jepang. Siswa juga  diberikan materi sederhana origami, seni melipat kertas dari Jepang.
Mereka tampak antusias. Meski harus berkomunikasi melalui penerjemah, tak menghalangi siswa mengikuti petunjuk sederhana membuat berbagai bentuk kerajinan dari kertas. Para mahasiswa Jepang pun kebanjiran permintaan foto dari siswa, juga permintaan menuliskan nama siswa dalam huruf Jepang.
Kunjungan mahasiswa asal Jepang ini merupakan yang kedua kali. “Kunjungan yang pertama pada 20 Agustus tahun lalu, kami melihat siswa menyambut dengan senang kunjungan ini. Dan kali kedua ini juga mereka tidak kalah hebohnya,” ujar Kepala SDN Blimbing 2, Dwi Darti Iriantini, S.Pd., M. Hum.
Sebagai bentuk pertukaran budaya, sekolah menampilkan sekilas profil keberagaman Indonesia dalam sebuah video pendek, juga menceritakan sejarah singkat Kota Malang. Dari siswa juga menampilkan beberapa kegiatan ekstrakurikuler di sekolah yakni karate dan tarian tradisional. Sekolah pun juga merasa senang karena siswa menerima pelajaran baru yang berbeda dari hari biasanya.
“Dengan mendengarkan cerita tentang budaya Jepang dari mahasiswa Jepang langsung, bisa menginspirasi siswa untuk terus melanjutkan pendidikan dan suatu saat melihat Jepan secara langsung,” ujarnya.
Dia menambahkan, siswa kelas 4 hingga kelas 6 juga dapat melatih kemampuan berbahasa Inggris melalui percakapan sederhana kepada para mahasiswa, meskipun dalam kosa kata yang terbatas. (ras/van) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...