SMK MUTU Gondanglegi Harumkan Indonesia di IYRC Malaysia


PRESTASI membanggakan diukir tim robotik SMK Muhammadiyah 7 (SMK MUTU) Gondanglegi pada ajang International Youth Robotic Competition (IYRC) di Malaysia. Tim robotik sekolahan tersebut, berhasil mempersembahkan medali perak dalam ajang bergengsi yang diadakan International Youth Robotic Association (IYRA).
IYRC tahun ini diselenggarakan di Genting International Convention Centre, Malaysia. Tim Robotik dari sekolahan yang dikenal dengan perakitan mobil Suryawangsa ini digawangi Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Sarpras, Martono ST dan dua pelajar Kelas XI Jurusan Ototronik Dava Ananda dan Teguh Satrio Wicaksono. Awal Agustus 2017 lalu, tim ini berangkat ke Malaysia untuk mengikuti kompetisi ini.
Dalam ajang bergengsi tersebut, mereka harus bersaing 450 peserta dari 20 negara tersohor di dunia. Apalagi 20 negara tersebut memang dikenal dengan pembutan robot yang canggih. Sebut saja, Amerika, China, Korea, Jepang dan Singapura. Dalam ajang itu, Tim Turbo SMK MUTU Gondanglegi mengikuti lomba beberapa kategori.
Salah satunya Maker Challenge. Dalam kategori itu, anak-anak muda membanggakan ini membuat robot kotak hitam untuk mobil. Fungsinya sama dengan kotak hitam pada pesawat, yakni untuk merekam peristiwa dan kejadian di dalam mobil. Sehingga, mempermudah penyelidikan petugas dalam investigasi kecelakaan mobil.
“Kotak hitam ini kami tempatkan di dalam mobil. Fungsinya untuk merekam seluruh kejadian yang ada di dalam kabin mobil tersebut,” ujar Martono ST kepada Malang Post.
Untuk menemukan ide itu, timnya hanya membutuhkan waktu selama dua minggu. Mulanya, mereka prihatin dengan tingginya angka kecelakaan lalu lintas di jalan. Saat terjadi kecelakaan lalu lintas, petugas kepolisian selalu kesulitan menemukan penyebabnya. Sehingga, membuat petugas melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), yang terkadang membutuhkan waktu lama. Saat kecelakaan mobil, selama ini tidak diketahui aktivitas sopir dan penumpang di dalam mobil sebelum terjadinya kecelakaan.
“Dengan kotak hitam ini, aktivitas yang ada di dalam mobil sebelum kecelakaan itu terjadi, bisa diketahui. Ini mempermudah petugas kepolisian dalam melakukan penyelidikan penyebab terjadinya kecelakaan itu,” papar Martono. Ide ini kemudian dibawa bersama timnya dalam mengikuti lomba robotik tingkat internasional ini.
Penampilan dan presentasi mereka pada IYRC 2017 itu ternyata mampu memukau dewan juri. “Sebenarnya, mekanisme kerjanya sama dengan kotak hitam pesawat. Bedanya, kotak hitam di dalam mobil ini mampu mengirim sinyal melalui smartphone. Sehingga, aktivitas dari dalam mobil sebelum kecelakaan bisa terpantau melalui ponsel android,” tuturnya.
Dalam implementasinya, Martono membimbing dua anak didiknya Dava Ananda dan Teguh Satrio Wicaksono untuk memasang kotak hitam di sebuah mobil. Kotak hitam itu ditaruh di dalam kabin. Tepatnya di bawah bangku penumpang. Alat itu diujicoba oleh dewan juri dan sukses merekam kejadian di dalam mobil.
Karya kreatif itu, membuat dewan juri mengganjar medali perak bagi tim robotik dari SMK MUTU Gondanglegi. “Saat itu, kami berhasil mengalahkan beberapa tim dari Amerika, Jepang dan China. Sedangkan peraih medali emas dari Korea,” tuturnya.
Lantaran sukses meraih medali perak, tim tersebut juga diganjar hadiah uang tunai senilai USD 3.000 atau setara dengan Rp 39 juta (kurs Rp 13 ribu per USD 1, Red). Menurutnya, kinerja kedua anak didiknya tersebut sangat membanggakan. Apalagi mereka berasal dari daerah yang jauh dari perkotaaan. Seperti Tegu Satrio Wicaksono yang berasal dari Desa Talok, Turen, sedangkan Dava Ananda dari Kecamatan Dampit.
“Meski mereka jauh dari perkotaan, sudah acap kali mengikuti perlombaan robotik dari tingkat nasional hingga internasional. Jadi, pengalaman mereka pada ajang ini sudah sangat banyak,” terangnya.
Martono menyebut beberapa prestasi pada ajang serupa tingkat internasional seperti meriah emas pada Asia Junior Robocup (AJR) 2016 di Malaysia dan International Islamic Robot School Olimpiade (IISRO) 2016, juga di Malaysia. Prestasi membanggakan ini, tentunya semakin menegaskan bahwa Indonesia juga bisa berprestasi dalam ajang kompetisi robot.
Apalagi tim robot sekolahan tersebut baru saja menciptakan inovasi berupa robot kotak hitam di dalam mobil. “Jadi, teknologi robot ini bukan semata-mata bisa bergerak seeperti robot pada umumnya. Melainkan, robot bisa juga diartikan memiliki teknologi tinggi dalam hal sistem, sehingga memberikan manfaat yang baik,” tuturnya.
Selain itu, melalui inovasi terbaru dalam bidang robotic, yakni kotak hitam pada mobil, dia berharap selanjutnya dapat dikembangkan dan digunakan secara nasional. Terutama digunakan dengan tujuan memberikan manfaat untuk mempermudah petugas kepolisian dalam menyelidiki penyebab kecelakaan mobil. (binar gumilang/han)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...