Etrovice Membantu Mempersingkat Masa Panen


MALANG - Elektroculture Vegetable Device (Etrovice) hasil karya 4 mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) Malang, masuk 109 inovasi karya terbaik Indonesia versi Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) 2017.
Alat buatan Khurun In Nur Kholifah, Sintya Laylie, Danar Wicaksono, dan Azis Iman itu menggunakan perpaduan antara dua teknologi, yaitu sonic bloom dan LED warna merah dan biru untuk meningkatkan produktivitas tanaman.
Sonic bloom, menyebabkan stomata daun terbuka lebar dan menyebabkan turgor sel di dalam stomata dapat menyerap air lebih banyak dari biasanya sehingga tanaman bisa tumbuh optimal.
"Kami menggunakan sonic bloom berfrekuensi 3.500-5.000 hertz dari suara gamelan kebo giro. Alasan penggunaan musik gamelan, karena suara yang dihasilkan lembut dan merelaksasi tanaman untuk bisa tumbuh optimal," jelas Khurun.
Dengan menerapkan metode itu, lanjut dia, pertumbuhan tinggi tanaman dengan Etrovice meningkat sekitar 20-30 persen. Sedangkan diameter batangnya, luas daun, dan berat basahnya meningkat hingga 23 persen.
Sedangkan LED warna merah dan biru digunakan karena mampu diserap optimal oleh tanaman. "Efek cahaya merah adalah membantu pertumbuhan daun dan volume pertumbuhan tanaman, Sedangkan warna biru mampu memperlebar luasan daun," lanjut mahasiswa jurusan Keteknikan Pertanian itu.
Selain meningkatkan produktivitas tanaman sayur, Etrovice juga membantu mempersingkat masa panen. "Kami sudah menerapkan Etrovice di Desa Tulungrejo, Kota Batu dan masa panen yang biasanya 50-70 hari menjadi hanya 40 hari," terang dia.
LED warna merah dan biru dinyalakan pada pukul 17.00-20.00 untuk menggantikan fungsi matahari, sehingga proses fotosintesis lebih efektif. "Dengan Etrovice, tidak ada lagi keluhan petani akan adanya wortel yang diameternya kecil dan membuat mereka rugi. Tanaman sawi daunnya lebih hijau segar dan lebar," tambahnya.
Etrovice terpilih menjadi salah satu dari 109 inovasi Indonesia karena kontribusi yang besar bagi teknologi di Indonesia. "Karena pemanfaatannya langsung pada tanaman yang merupakan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Harapannya Etrovice mampu menurunkan masalah pertanian di Indonesia dan meningkatkan gizi anak bangsa," tutupnya. (sin/udi)

Berita Lainnya :