Berkurban untuk Meneladani Nabi Ibrahim dan Ismail


MALANG - SD Islam Terpadu Ahmad Yani merupakan Sekolah Dasar yang aktif dalam berbagai kegiatan, termasuk peringatan Hari-Hari Besar Nasional ataupun Hari Besar Islam. Di setiap peringatan tersebut selalu diadakan program yang terintegrasi dengan pembelajaran. Hal ini sebagai bentuk upaya pelaksanaan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) terhadap peserta didiknya.
Seperti halnya dalam peringatan Hari Besar Islam Idul Adha,yang diselenggarakan pada pekan lalu. Sejak (30/8), sekolah yang berlokasi di Masjid Ahmad Yani Jalan Kahuripan ini, melaksanakam manasik haji sebagai bentuk pembelajaran dan penguatan akidah kepada siswanya.
Dimulai sejak usia dini, siswa SDIT Ahmad Yani diberikan motivasi untuk menjalankan kewajiban seorang muslim seutuhnya. Utamanya ibadah haji yang menjadi salah satu dari Rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh muslim yang mampu.
Kepala SDIT Ahmad Yani Yani Mutini, S.Pd mengatakan Manasik Haji rutin dilaksanakan setiap tahun, agar siswa mengerti tata cara pelaksanaan ibadah haji yang baik dan benar, sesuai tuntunan Al-Quran dan Sunnah. Selain itu, dengan digelar rutin setiap tahun, setiap siswa dapat termotivasi untuk melaksanakan ibadah haji yang sesungguhnya.
Usai pelaksanaan manasik, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban pada  Sabtu (2/9). Disini siswa diajarkan sejarah serta tata cara penyembelihan hewan kurban termasuk kriteria hewan yang layak dikurban. Mutini menjelaskan implementasi dari PPK dari kegiatan kurban adalah dengan cara meneladani sikap patuh dan taat Nabiyullah Ibrahim dan Ismail dalam menjalankan perintah Allah SWT.
“Dalam kondisi apapun, meskipun hati terasa sangat berat, jika itu perintah Allah ya dijalankan. Meskipun itu dinilai merugikan bagi diri sendiri, kalau itu perintah orangtua yang bersandar pada perintah Allah, ya harus dilaksanakan,” terangnya.
Sikap rala dan ikhlas dua Nabi inilah yang diharapkan dapat dicontoh siswa-siswi SDIT Ahmad Yani melalui pelaksanaan kurban. Mulai sejak kecil para siswa harus belajar berkorban dengan cara menyisihkan uang jajan mereka untuk ditabung dan dibelikan hewan kurban. Daging hewan yang dipotong, dibagikan kepada orang lain sebagai bentuk amal ibadah mereka.
Pada tahun ini SDIT Ahmad Yani menyembelih tiga ekor sapi dan sembilan ekor kambing. Seekor sapi merupakan hasil dari tabungan siswa sebagai latihan mereka membeli hewan kurban. Sisanya murni hewan kurban dari siswa dan orangtua. “Alhamdulillah ini hewan kurban terbanyak yang kami dapat selama ini, semoga bermanfaat bagi siswa dalam pembelajaran dan berkah bagi masyarakat,” ucapnya.
Dalam proses penyembelihan siswa-siswi terlihat sangat antusias. Sembari melantunkan kalimat takbir mereka menyaksikan langsung proses penyembelihan hewan. Sementara pemotongan dan pembagian daging kurban dibantu oleh guru dan orangtua. Ratusan paket daging dibagikan ke warga sekitar sekolah dan pera jamaah Masjid Ahmad Yani.
“Pelajaran yang bisa diambil adalah anak-anak bisa tumbuh rasa kepeduliannya kepada orang lain. Selain ketakwaan, kami juga membina mereka agar peduli kepada sesama,” tambah Mutini. (imm/sir/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :