Bahagia, Kali Pertama Gelar Manasik dan Kurban di Sekolah

 
MOMEN Idul Adha tahun ini menyisakan kegembiraan luar biasa bagi keluarga besar SDN Kotalama 1. Betapa tidak, baru kali pertama sekolah menggelar kegiatan besar menyemarakkan bulan Dzulhijah ini. Mulai dari manasik haji hingga penyembelihan hewan kurban. Tak hanya itu, siswa juga bisa ikut bergembira menikmati daging kurban yang sebelumnya diberikan Dinas Pendidikan dan SD Lab. 
Kemarin (4/9), para guru dan 505 siswa melaksanakan rangkaian manasik haji di halaman sekolah yang luas. Baru pertama kali digelar, siswa menjalani rangkaian ibadah dengan tertib, tanpa mengurangi keseruan khas anak-anak.
Kepala SDN Kotalama 1 Isnaeni, S.Pd, M.Pd menyatakan, kegiatan ini untuk menegaskan kembali karakter religius, salah satu agenda utama PPK di sekolah. Siswa diharapkan dapat lebih memahami tentang ibadah haji melalui materi yang sebelumnya telah diberikan oleh Ustad Riyadi dan pelaksanaan ibadah haji melalui manasik dengan didampingi guru di setiap posnya. 
“Awalnya kami pesimis, karena biasanya di hari pertama setelah libur lebaran, anak-anak masih belum masuk sekolah. Namun ternyata kegiatan ini mampu menarik minat mereka. Bila di tahun sebelumnya, jumlah siswa yang tidak masuk bisa mencapai empat puluh persen, sekarang kira-kira tinggal sepuluh persen,” ujarnya.
Untuk pelaksanaan manasik, siswa terbagi menjadi dua gelombang pelaksanaan. Ketika siswa kelas 1, 2 dan 3 melaksanakan manasik, siswa kelas 4, 5 dan 6 masih melangsungkan pembelajaran di kelas. Isnaeni mengaku, gelaran ini diagendakan secara mendadak. Bahkan untuk bangunan Kakbah, dibuat secara kreatif oleh para guru, menggunakan meja dan kursi ditutup dengan kain hitam dan beberapa ornament tambahan.
Seusai berlelah-lelah, siswa makan bersama bersama di kelas. Mereka cukup membawa satu kotak nasi karena mendapatkan lauk daging hewan kurban dari sekolah.
Meski belum berkurban secara mandiri, namun SDN Kotalama 1 mendapatkan hewan kurban dari Dinas Pendidikan Kota Malang dan SD Lab. Hewan ini disembelih dan kemudian dimasak oleh para guru untuk dinikmati bersama.
“Ada rasa kebersamaan antar siswa di sekolah karena makan bersama dan makan menu yang sama, sekaligus untuk memenuhi gizi mereka. Bagi yang nggak suka kambing, guru juga memasak menu daging sapi. Siswa bisa memilih,” imbuhnya.
Baru pertama kali digelar, hampir semua siswa memakai baju muslim berwarna putih, meski terlihat dua dan tiga siswa yang memakai baju warna lain. Bahkan, beberapa siswa mengenakan baju ihram. Orang tua tampak antusias, mereka memperhatikan jalannya acara dari luar pagar sekolah. Beberapa dari mereka mengambil foto siswa di dekat Kakbah. Isnaeni berharap kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan. Ditambah, orang tua dapat berperan serta melalui kegiatan agama di sekolah.
“Semoga tahun depan ada partisipasi yang lebih aktif dari orang tua mengenai pelaksanaan kegiatan di sekolah, karena kami berupaya untuk memberikan pendidikan yang terbaik sesuai dengan harapan semuanya. Dengan ini pula, semoga anak-anak makin baik karakternya,” imbuhnya. (ras/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...