SMAN 6 Kembangkan Minat Siswa dalam 26 Ekskul

 
BILA ikan bisa berenang, kenapa harus kita paksa dia untuk terbang,’ adalah kalimat yang menjadi acuan bagi SMAN 6 Malang untuk tak hanya berfokus mendidik siswa dari segi keilmuan, namun memberikan tempat yang luas bagi kecerdasan non akademik siswanya. Memiliki 20 ekstrakurikuler, SMAN 6 Malang serius memerhatikan segala bidang minat siswa, dimulai dari olahraga, hingga seni bela diri. 
”Di raport hanya ada tiga kolom untuk nilai ekstrakurikuler, jadi selain pramuka, siswa hanya bisa memilih dua yang lain. Kalau dituruti, bisa-bisa mereka ikut semua ekstrakurikulernya,” ujar Kepala SMAN 6 Malang, Drs Hariyanto MPd.
Hariyanto mengaku yang menonjol di sekolahnya yakni ekstrakurikuler musik modern, yang telah ditunjang dengan studio musik milik sekolah. Juga ada Sholawat Al-Banjari. Di seni tradisional, hadir pencak silat dari SH Pilangbango dan tim olahraga voli putri SMAN 6 Malang kebanggaan sekolah.
Bagi siswa berprestasi gemilang di bidang non akademiknya, sekolah masih berupaya memburu agar siswa tidak memiliki ketertinggalan yang jauh dari segi akademis karena seringnya tertinggal jam belajar, akibat harus berlaga di luar sekolah. Oleh karena itu, sekolah memberikan pendamping akademik bagi siswa tersebut.
”Pendamping ini bukan guru mata pelajaran dengan tugas memberikan tambahan belajar, tapi sebagai penghubung antara akademik dan non akademik siswanya. Misalnya, menginformasikan di mata pelajaran mana siswa harus segera mengejar,” tambahnya.
Sebagai promosi ekstrakurikuler pada siswa baru, pada akhir masa Pengenalan Lingkungan Sekolah beberapa waktu yang lalu, seluruh kegiatan ekstrkurikuler sekolah melakukan demo atraksi. Dalam MPLS tersebut, selain siswa harus memilih ekstrkurikuler yang diikuti, juga terdapat peminatan jurusan siswa.
SMAN 6 Malang memiliki siswa dengan jumlah peminat jurusan bahasa yang lebih tinggi dengan sekolah yang lain, hingga hampir memenuhi satu kelas. Hal ini lantaran banyaknya program yang dimiliki oleh sekolah di jurusan ini. Salah satunya yakni kerja sama dengan yayasan Jepang, Japan Foundation yang akan berperan sebagai partner dalam budaya dan native speaker mengajar bahasa Jepang di sekolah. Di jurusan bahasa, terdapat lima bahasa asing yang diajarkan yaitu Bahasa Jepang, Bahasa Jerman, Mandari, Arab, dan Prancis.
”Untuk empat jurusan selain bahasa Arab itu kami telah bekerja sama dengan AIESEC untuk mendatangkan native speaker. Selain bisa untuk salah satu sumber belajar siswa, juga untuk memotivasi agar lebih lancar belajarnya,” imbuhnya. (mg19/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :