magista scarpe da calcio Malang Punya 358 TK, Terbanyak di Kecamatan Lowokwaru


Malang Punya 358 TK, Terbanyak di Kecamatan Lowokwaru

 
MALANG - Meski tidak masuk dalam program wajib belajar sembilan tahun dari Pemerintah, Pendikan Taman Kanak-Kanak (TK) sejak dulu dianggap penting sebagai masa transisi dari orang tua ke sekolah, juga untuk menyiapkan tumbuh kembang anak sebelum memasuki tahap Sekolah Dasar. 
Dalam catatan Dinas Pendidikan Kota Malang, per Desember 2016 terdapat 358 Taman Kanak-Kanak di kota Malang yang sebagian besar dimiliki lembaga swasta.
Dari jumlah tersebut, empat TK negeri yakni TK Pembina 1, TK pembina 2, TK Pembina 3 dan TK Pembina 5, Sedangkan 21 TK merupakan TK Satu Atap (Satap) yang berada dalam satu kesatuan dengan SDN, baik secara terpadu maupun terpisah, dalam satu lokasi maupun di lokasi yang berbeda. Kepala Sekolah TK Satap merupakan Kepala SDN dari kesatuan tersebut. Sedangkan jumlah TK swasta di Kota Malang hingga tahun 2016 ini mencapai angka 333 atau 93 persen.
Kabid Pembinaan Pendidikan PAUD dan Informal Suyitno, SH. M,Pd mengatakan, TK tersebut tersebar hampir merata di tiap kecamatan di Kota Malang.
"Hanya Lowokwaru saja yang tidak punya TK negeri, sedangkan TK Satap dan swasta tersebar merata dengan jumlah yang tidak berbeda jauh," ujarnya.
Di Kecamatan Blimbing, selain terdapat satu TK negeri, juga ada empat TK Satap dan 61 TK Swasta. Kecamatan Klojen memiliki satu TK negeri, dua TK Satap dan 72 TK swasta. Satu TK Negeri, empat TK Satap dan 62 TK Swasta berada di Kecamatan Kedungkandang, kecamatan Sukun memiliki satu TK Negeri, empat TK Satap dan 66 TK Swasta. Terakhir, kecamatan Lowokwaru memiliki 79 TK dengan rincian tujuh TK Satap dan 72 TK Swasta.
Untuk mendirikan TK, lanjut Suyitno, terdapat beberapa hal yang harus dipenuhi, yakni mengacu pada Permendikbud Nomor. 84 tahun 2014 tentang izin pendirian PAUD. Persyaratan tersebut meliputi persyaratan administratif dan persyaratan teknis. Dalam persyaratan teknis, beberapa hal yang harus dipenuhi meliputi hasil penilaian kelayakan, Rencana Induk Pengembangan, dan Rencana pencapaian Standart Penyelenggarana TK Paling lama tiga tahun.
"Juga perlu diperhatikan bahwa di lokasi TK yang akan didirikan itu, berjarak lebih dari 500 meter dari TK lain. Ada survey juga apakah di lingkungan tersebut ada banyak anak dalam masa usia masuk TK, dan apakah warga sekitar menyetujui pendirian TK," ungkap Suyitno.
Lebih lanjut, hingga saat ini tidak banyak perkembangan yang berarti pada jumlah TK yang berada di kota Malang. Suyitno mengatakan, jumlahnya TK setiap tahunnya bisa dikatakan stagnan. (mg19/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top