Animo Meningkat, SMKN 10 Tambah Kelas Teknik Sepeda Motor

 
MALANG - Perkembangan kendaraan di Indonesia mewarnai pula pengembangan pendidikan bidang tersebut.  Di SMKN 10 Malang, tahun ini membuka tambahan satu kelas baru di jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM). Ini dilakukan mengingat besarnya animo masyarakat pada PPDB tahun sebelumnya.
Waka Humas SMKN 10 Malang Darmadi mengungkapkan, sebelumnya  sekolah hanya memiliki satu kelas TSM, maka untuk PPDB tahun ini ditambah menjadi dua kelas.
"Masyarakat sepertinya melihat banyaknya peluang kerja dari jurusan ini. Selain bisa bekerja di industri, peluang wirausaha dengan membuka bengkel sendiri juga terbuka lebar," ungkapnya.
SMK 10 Malang juga memiliki bengkel yang terletak di depan sekolah sebagai Unit Produksi dan Jasa Sekolah (UPJ) untuk melayani servis dan bongkar pasang kendaraan milik masyarakat umum. Untuk teknisi, bengkel sekolah merekrut karyawan dari alumni. Juga, sebagai bantuan tenaga sekaligus media belajar siswa, setiap minggu sebanyak enam siswa dari tiga jurusan, yakni Teknik Sepeda Motor, Ototronik, dan Otomotif,  bergiliran menjadi teknisi.
"Dua orang siswa kelas 11 di tiga jurusan itu nanti bergantian belajar di bengkel, sehingga setiap siswa bisa merasakan praktek di sekolah, sekaligus untuk mendalami ilmunya," kata Darmadi.
Di jurusan ini, lanjut Darmadi, sekolah bekerja sama dengan beberapa dealer Honda di Kota Malang sebagai tempat siswa melakukan prakerin. Timbal baliknya, teknisi dari Honda didatangkan sebagai salah satu sumber belajar siswa.
Jurusan lain yang tidak kalah menarik yakni jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Di SMKN 10 Malang, jurusan TKR ini bekerja sama dengan PT. Honda Prospek Motor untuk bidang peningkatan kualitas belajar dan penyaluran lapangan pekerjaan siswa.
Ketua Prodi TKR, Sayit Anwar, menuturkan melalui kerja sama ini, alumni jurusan TKR dapat diterima di seluruh main dealer Honda di Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Bali. Juga, alumni memiliki kesempatan untuk menjadi karyawan perakitan mobil Honda di Karawang.
"Ini sudah kerja sama kami di tahun keempat dan hasilnya cukup bagus. Totalnya ada 100 siswa yang sudah direkrut, dan untuk tahun lalu, ada 30 siswa dari 165 siswa," terang Sayit. (mg19/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :