Wow! Formasi Lambang Garuda Raksasa di Atas Bendera


 
MALANG – Keren!. Ada lambang burung garuda raksasa di atas bendera merah putih, di lapangan helipad Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kemarin pagi. Hasil formasi flashmob 7.609 mahasiswa baru (maba) yang akan mengikuti kegiatan Pengenalan studi mahasiswa baru (Pesmaba) UMM. 
Formasi lambang burung garuda di atas bendera merah putih, berarti menyatukan dua bentuk berbeda dalam satu formasi. Bukan hal mudah untuk dilakukan. Ketua Pelaksana, Dr. Hari Sunaryo, M.Si mengatakan, penyusunan formasi ini menggunakan strategi dan kode khusus. Kode ini, dihasilkan dari hasil koordinasi antara panitia pengatur lapangan dengan peserta, yakni maba.
Koordinasi yang baik antara panitia lapang dan pesertalah yang menghasilkan formasi menakjubkan yang penuh makna tersebut. “Ada kode-kode yang dimainkan dan diisyaratkan oleh panitia dan peserta. Peserta diarahkan dengan kode warna. Misalnya, warna hijau berdiri. Arti warna hijau berada di formasi ujung misalnya, dan mereka harus berdiri menggunakan atribut lengkap, beserta topi dan slayer,” terang Hari.
Ia mengatakan, ada beberapa warna yang disebutkan. Yakni, lakban warna hijau berdiri. Hijau, merah, biru, kuning. Lalu ada kode hijau, merah, putih. Panitia memang sudah menyiapkan rumusan khusus untuk formasi dengan kode. Hari mengatakan, kKode tersebut adalah kunci dari keberhasilan.
“Selain koordinasi dan kekompakan yang baik. Secara teknis, kode sangat membantu kami dalam mengondisikan serta mengoordinir peserta,” terang dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia umm ini. 
Hari mengatakan, walau kode melibatkan beberapa warna, namun pengaplikasian flashmob hanya mengandalkan dua warna saja. Warna merah, untuk jas almamater dan topi. Serta warna putih untuk seragam, dan jilbab untuk perempuan, serta slayer untuk laki-laki. Ia menerangkan lagi, dua warna inti tersebut terbentuk karena permainan kode yang mampu melatih kekompakan, kepekaan, serta koordinasi yang baik, antara panitia lapangan dengan peserta. 
“Peng-kodean memang harus kompak. Antara panitia pember kode dan peserta harus bisa terkoordinir dengan baik. Mereka tidak boleh lupa, telat atau bahkan tidak melakukan kode yang sudah dirumuskan dan diisyaratkan oleh panitia,” terang dia.
Wakil Dekan III Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM ini membeberkan, untuk membentuk garuda di atas bendera merah putih, membutuhkan waktu latihan hanya dua hari sebelum hari pelaksanaan. Namun, penggodokan konsep yang dilakukan panitia memerlukan waktu relatif lama.
“Kami mempersiapkan dan menggodok konsep ini dalam waktu lama, hitungan bulan. Tapi saya tidak bisa memastikan tepatnya berapa bulan,” ungkapnya.
Ia memaparkan, ide itu tercetus, sebab tim tim dosen ingin menonjolkan nasionalisme yang mendalam ketika menyambut mahasiswa baru. “Dengan menggambarkan logo, kami mengajari maba untuk peka terhadap makna dan mempelajari makna,” terangnya.
Bukan hanya bentuk burung garuda di atas bendera merah putih, flashmob juga membentuk kepulauan Indonesia dari sabang hingga merauke, yang mencerminkan kesatuan Negara Republik Indonesia. Bentuk formasi kepulauan ini, memang tidak serumit bentuk burung garuda. Namun, tetap membutuhkan kekompakan serta koordinasi yang baik antar panitia dan peserta. “Yang pasti, kepekaan dari peserta untuk mendengarkan kode yang diberikan,” ungkapnya. 
Selain kedua formasi itu, masih ada formasi UMM For Indonesia, I Love UMM dan I Love Indonesia. Tema-tema formasi flashmob yang mencerminkan nasionalisme ini sesuai dengan tema Pesmaba tahun ini, yakni Meneguhkan Karakter Kebangsaan untuk Indonesia Berkemajuan dan Bermartabat.
Rektor UMM Drs. Fauzan, M.Pd mengatakan, dengan tema ini ia berharap para maba yang bergabung menjadi mahasiswa UMM, memiliki rasa nasionalisme yang kuat.
“Mahasiswa baru UMM harus cinta tanah air. Harus mempunyai kepekaan tinggi terhadap kondisi bangsa Indonesia. Saya berharap, dengan serangkaian kegiatan ini bisa mewujudkan misi itu. Mulai dari kekompakan membentuk formasi, hingga adanya kuliah tamu dengan tema bela negara,” kata Fauzan dalam sambutannya. 
Maba juga dibekali kuliah umum yang disampaikan oleh utusan Menteri Pertahanan (Menhan), Dr. Sutrimo. Setelah kuliah umum selesai, para maba kembali ke fakultas dan mengikuti kegiatan di fakultas masing-masing.(sin/han) 
 

Berita Lainnya :