magista scarpe da calcio Perawat Dibekali Skill Tangani Penyakit Kronis


Perawat Dibekali Skill Tangani Penyakit Kronis


MALANG – Maraknya perawat asing ke Indonesia menjadi tantangan bagi Jurusan Keperawatan. Karena itulah, Jurusan Keperawatan Universitas Brawijaya (UB) memfokuskan skill Cronic Care sebagai bekal lulusannya.
Ketua Jurusan Keperawatan UB, Dr Ahsan S.KP M.Kes mengatakan, Program Cronic Care adalah program melatih skill mahasiswa untuk peka terhadap penyakit-penyakit kronis. Sebab, kata dia penyakit kronis sangat berpotensi di luar negeri.
“Di luar negeri, potensi penyakit kronik sangatlah besar, kesibukan mereka yang padat membuat kesehatan pun sering dilupakan. Ketika muda stres dan ketika usia lanjut mereka banyak sekali terserang penyakit kronis,” ungkap dia.
Untuk itu, fokus program ini adalah dengan melatih kepekaan mahasiswa dalam menangani serta mengatasi hingga melayani pasien dengan penyakit kronis. Ketika mereka paham betul cara menangani penyakit kronis, lanjut dia, mereka akan dengan mudah bersaing di era global seperti ini.
Ahsan mengatakan, hal terpenting yang harus dimiliki oleh seorang perawat adalah keterampilan memperlakukan pasien.
“Sebab kalau soal akademik semua perawat pasti sama. Yang berbeda hanya attitude mereka ketika menangani pasien, ketanggapan ketangkasan dan ketelitian,” ungkap dia.
Terpisah, Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Malang (Poltekkes- Kemenkes Malang) menerapkan sistem Latihan kerja di luar negeri. Dalam sistem ini, mahasiswa dituntut untuk mengabdi di Rumah Sakit luar negeri. Sistim ini baru diterapkan tahun ini.
Direktur Poltekkes, Budi Susatia, SKp, M.Kes mengatakan, untuk mengawali hal itu, ia pun mengharuskan mahasiswanya untuk magang di Rumah Sakit Malaysia.
“Pertama, mahasiswa memang harus bisa mengabdi di rumah sakit luar negeri. Sebab, dengan begitu mereka akan terbiasa dengan sistem luar negeri. Serta terlatih bagaimana mereka melayani pasien di luar negeri,” ungkap Budi.
Ia mengatakan, cara seperti ini akan memberikan kemudahan dalam melatih skill mahasiswanya untuk terampil, dengan standar global. Program ini tidak lama, hanya dilakukan selama dua bulan. Budi sengaja melakukan MoU dengan salah satu Rumah Sakit di Malaysia untuk menyiasati kejenuhan jurusan.
Selain di Malaysia, ia juga akan menambah lagi program latihan kerja luar negeri. Yang akan ia jajal adalah di Jepang. Ia akan menyasar Rumah Sakit Manusia Lanjut Usia (Manula) di Jepang.
Hal lain yang juga dilakukan, adalah dengan memotivasi para mahasiswa untuk mengikuti kegiatan yang mempunyai standar internasional. Atau bahkan mengikuti konferensi internasional. Budi mengatakan, sertifikat yang didapatkan dari acara atau kegiatan seperti itu akan menambah nilai kompetensi. (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top