Industri Harus Mau Gandeng SMK


MALANG - Dalam rangka revitalisasi SMK yang melibatkan 12 kementerian dan 34 gubernur, industri memiliki kewajiban untuk menggandeng SMK. Bila ada industri yang tidak mau diajak bekerja sama, maka sekolah dapat melaporkannya ke pihak provinsi.
Hal tersebut disampaikan Kabid Pembinaan Pendidikan SMK Dindik Jatim, Dr. Hudiyono, M.Si pada acara bertema revitalisasi SMK di SMK PGRI 3 Malang.
“Humas sekolah sebagai penghubung dengan masyarakat wajib mengimplementasikan kebijakan yang telah ada. Manfaatkan aji mumpung atas instruksi presiden kepada BUMN untuk memberdayakan SMK ini,” ujarnya.
SMK PGRI 3 Malang sendiri kini telah bekerja sama dengan berbagai industri dan memiliki sepuluh kelas industri. Sebagai sekolah rujukan, SMK PGRI 3 Malang memiliki 15 sekolah aliansi yang ditargetkan harus memiliki dan mengembangkan link yang dimiliki oleh SMK PGRI 3 Malang.
“Kami akan mendatangkan 10 kawasan industri, karena kami ditunjuk sebagai center of information untuk magang guru, prakerin siswa, uji sertifikasi. Targetnya, mereka semua harus mendapatkan MoU, bahkan kalau bisa kelas industri. Yang dimiliki di SMK PGRI 3 Malang programnya tidak boleh diplagiat tapi dikembangkan,” urai Kepala SMK PGRI 3 Malang, M. Lukman Hakim ST.
Pendampingan yang dilakukan oleh SMK PGRI 3 Malang diantaranya mulai dari penyusunan, penyelarasan, implementasi kurikulum, pembuatan kelas industri, uji sertifikasi guru hingga penyaluran siswa.
Tema Revitasilasi SMK dikoordinasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P. Ke depan, pendidikan kejuruan harus demand driver, yakni menyediakan sesuai dengan kebutuhan. Saat ini, kesempatan terbuka lebar untuk jurusan logistic, maritime, agri induistri, dan industry kreatif.
“Presiden Jokowi inginnya membuka jurusan industry kreatif meme, karena memang itulah yang sedang sangat dibutuhkan. Terlebih bila di tangan anak muda, pasti akan berhasil karena mereka punya banyak kreativitas,” kata Nasrullah, MM., Staf Ahli Bidang Kehumasan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang juga hadir sebagai pembicara.

Dalam kesempatan tersebut, SMK PGRI 3 Malang juga mengadakan bimtek BKK Online yang diikuti oleh 65 operator atau kepala BKK SMK se-Jawa Timur. BKK online ini dibuat dalam rangka membuat jejaring BKK SMK se-Jawa Timur, yang merupakan program direktorat yang di-link kan dengan Dapodiknas. Pelatihan ditujukan pada pengoperasian software yang telah disiapkan. BKK online ini sekaligus untuk melihat kebenaran data bahwa jumlah pengangguran terbanyak saat ini didominasi dari lulusan SMK.  
Yang istimewa dalam acara ini, SMK PGRI memberikan beasiswa S1 di Universite Duaf Le’uf Perancis kepada dua siswanya yang telah melaksanakan program pendidikan setara D3 di Prancis, yakni Galih Aditama Putra dan Farhan Savero. (ras/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :