Idul Adha, MTsN 1 Malang Berbagi di Donowarih Karangploso

MALANG - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Malang berbagi kebahagiaan merayakan Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriyah kali ini. Madrasah menyalurkan hewan kurban berupa seekor sapi kepada masyarakat di desa Sumberwangi RT 46 Dukuh Borogragal Desa Donowarih Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang.
Hari Senin (4/9), merupakan hari ketiga Tasyrik. Adalah hari terakhir penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam. Di hari itu, civitas MTs Negeri 1 Kota Malang berkunjung ke warga Dukuh Borogragal untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Warga setempat, yang notabene masih terbilang kalangan masyarakat menengah ke bawah, menyambut dengan gembira.
Seperti yang disampaikan perangkat desa setempat Sutikno, pihaknya sangat bersukur dengan santunan yang diberikan MTs Negeri 1 berupa seekor sapi kurban. Dengan demikian warga Dukuh Borogragal yang terdiri dari 34 kepala keluarga, semakin gembira dalam merayakan momen Idul Adha tahun ini. “Beribu terimakasih kami sampaikan atas bantuan yang diberikan, semoga bermanfaat dan semoga MTs Negeri 1 Malang semakin maju,” ucapnya.
Untuk warga setempat siswa MTs Negeri 1 tidak hanya menyalurkan hewan kurban. Setiap warga yang mendapat bingkisan daging, juga memperoleh paket sembako, pakaian layak pakai dan uang tunai. Madrasah di Jalan Bandung ini juga membuatkan kamar mandi dan tempat wudhu untuk musala setempat. Dengan adanya sarana kamar kecil dan tempat wudhu tersebut, diharapkan akan semakin membuat nyaman warga Dukuh Borogragal dalam melaksanakan ibadah.
Kepala MTs Negeri 1 Malang Drs. H. Samsudin, M. Pd  mengatakan, kurban merupakan bagian dari  materi pembelajaran Agama Islam. Secara teori siswa sudah mendapatkan di kelas dari guru agama. Seperti halnya tentang ibadah haji yang dikuatkan dengan latihan manasik haji beberapa waktu lalu. Demikian juga penyembelihan hewan kurban perlu upaya penguatan materi.
Bahkan, pada Sabtu (2/9) lalu, seluruh siswa MTs Negeri 1 Malang diajarkan secara langsung bagaimana tata cara menyembelih kurban. Kegiatan ini  disaksikan langsung oleh Kepala kantor Kementerian Agama Kota Malang, Dr. H. M. Zaini, MM. MBA.
Tak tanggung-tanggung, hewan kurban sapi yang dipotong saat itu, memiliki berat tak kurang dari 1,3 ton. Seluruh siswa menyaksikan dengan seksama sebagai bekal pengetahuan mereka di masa yang akan datang.
“Kurban itu mengajarkan anak-anak bagaimana memiliki kepedulian sosial, khususnya kepada yang tidak mampu,” kata Samsudin.
Menurutnya, baik manasik maupun pratek penyembelihan hewan kurban merupakan tematik untuk menguatkan materi keislaman. Terutama siswa laki-laki, mereka diajarkan bagaimana penyembelihan hewan dengan cara yang benar dan halal.
“Lebih dari itu yang terpenting adalah, siswa MTs Ngeri 1 harus mampu mengambil hikmah dari yang telah diajarkan Nabi Ibrahim dan Ismail. Yaitu keteguhan iman, kesabaran dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah sebagai wujud dari hamba yang bertakwa,” jelasnya.
Selain menyembelih kurban di madrasah sendiri dan di Desa Donowarih, tahun ini MTs Negeri 1 Kota Malang juga mentasarrufkan puluhan hewan kurban ke beberapa lembaga pendidikan maupun lembaga sosial.
“Kurban mengajarkan kepada kita semua bahwa cinta kepada Allah harus melebihi segala-galanya. Menyembelih hewan kurban bermakna kita harus bisa menghilangkan nafsu hewani seperti sombong, dengki dan serakah. Semoga yang dilaksanakan MTs Negeri 1 Malang ini menambah wawasan dan kecintaan kepada Allah,” ucap Zaini selaku Kepala Kankemenag Kota Malang. (imm/sir/oci)      

Berita Terkait

Berita Lainnya :