Jumlah Mahasiswa Asing Meningkat, Genjot Reputasi dan Prestasi Internasional


MALANG – Universitas Negeri Malang (UM), menerima 45 mahasiswa asing dari berbagai negara, Rabu (6/9). Puluhan mahasiswa asing ini merupakan penerima beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB), program Darmasiswa dari Kemendikbud, Indonesian Language Learning and Experiences Program (Yala Rajabhat University, Thailand), Program Panda, Indonesian Overseas Program (IOP), dan mahasiswa regular.
Direktur Hubungan Internasional (HI) UM, Prof Yazid Basthomi mengatakan, selain program KNB dan reguler yang murni belajar untuk mengejar gelar master, mahasiswa asing fokus pada mempelajari bahasa dan budaya Indonesia. Yazid patut berbangga, sebab penerimaan mahasiswa asing tahun ini meningkat.
"Beberapa program, jumlah peserta cenderung konsisten dari tahun lalu. Namun secara keseluruhan, HI UM sudah memfasilitasi sekitar 250 mahasiswa internasional " katanya.
Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dari tahun 2016 yang hanya berkisar 110 mahasiswa asing. "Tahun ini ada tambahan negara Rusia, Tunisia, dan Afganistan," terangnya.
Program yang rutin dilaksanakan setiap tahun oleh UM itu, menurut Yazid, dapat meningkatkan visibilitas UM di dunia internasional. Terlebih lagi, semakin meningkatnya jumlah itu semakin menambah proses membangun reputasi positif di ranah internasional.
Wakil Rektor I UM, Prof Dr Budi Eko Sucipto, berharap, semakin meningkatnya jumlah program mahasiswa asing ini bisa menambah prestasi akademik UM, bukan hanya secara lokal dan nasional, namun juga internasional. Pria yang baru satu bulan menjabat sebagai sakil rektor bidang akademik inipun menganggap program HI ini sebagai salah satu program akademik yang bukan hanya meningkatkan reputasi, namun juga prestasi.
“Bukan, saja memberikan sumbangsih reputasi. Namun juga prestasi. Saya anggap prestasi akademik, sebab kami dipercaya oleh saudara sekalian sebagai tempat menimba ilmu,” terangnya.
Salah satu mahasiswa dari Tunisia, Mariem Ouaja yang mendapatkan beasiswa penuh program Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dari Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sengaja memilih UM sebagai tempatnya menuntut ilmu. Ia memilih jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di UM.
"Setelah lulus sarjana saya memang sangat ingin melanjutkan kuliah di Indonesia. Karena budaya negaranya yang berbeda dari negara di Asia lainnya. Beruntung dapat beasiswa ini," ujarnya.
Lulusan Centrale Private University of Tunis itu sebelumnya melakukan riset di internet untuk menentukan ia akan berkuliah di kampus mana. "Setelah riset, saya merasa suka sekali dengan UM karena lingkungannya, arsitektur bangunannya, hingga suasana akademiknya sepertinya menyenangkan," lanjutnya. (sin/adv/nda)

Berita Lainnya :