magista scarpe da calcio Jatim Siapkan SMK Double Track


Jatim Siapkan SMK Double Track



MALANG - Tahun depan, beberapa SMK di Jawa Timur akan disiapkan sebagai SMK double track. Konsepnya, selain memiliki fungsi mendidik, SMK juga memiliki tugas melakukan training. Dengan demikian, siswa SMK semakin matang dengan skill yang dipelajarinya di sekolah.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Jawa Timur Dr. Hudiyono M.Si beberapa saat yang lalu. Program ini tercantum dalam Peraturan Gubernur Jawa Timur nomor 22 tahun 2017 yang memuat tentang percepatan revitalisasi SMK.
“Jadi ketika sudah masuk di industri, tidak akan terlalu berat bagi mereka untuk menerima anak SMK karena sudah matang di sekolah,” ujarnya.
Pergub nomor 22 tahun 2017 ini merupakan langkah inovasi dan regulasi baru sebagai tindak lanjut adanya Instruksi Presiden nomor 9 tahun 2016. Nantinya, beberapa SMK akan disiapkan untuk ini. Hal tersebut, lanjutnya, dilatar belakangi oleh ketiadaan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat untuk beberapa lokasi, sehingga kemudian tugas tersebut akan dipercayakan kepada SMK.
Tak hanya di SMK, siswa SMA pun juga harus bersiap menerima penguatan pendidikan vokasional dan diharapkan nantinya SMA dapat membuka satu Lembaga Sertifikasi Profesi.
“Harapannya agar provinsi Jawa Timur bisa menggali potensi lokal daerah, sehingga nantinya pembelajaran akan berbasis pada keunggulan lokal. Juga menyiapkan tenaga di Jawa Timur sehingga lebih siap menghadapi MEA,” sambungnya.
Untuk penunjukan sekolah double track, dirinya mengaku saat ini sedang dalam masa persiapan. Sekolah rujukan yang dianggap telah telah siap karena telah memenuhi dari segi rujukan mutu dan kualitas lainnya. SMK rujukan dapat bersiap dengan mengedukasi siswa dalam teori, dan menguatkan dari segi training. Industri, lanjutnya,  telah siap digandeng SMK dalam langkah nyata revitalisasi. Dengan program ini, diharapkan  dapat menyiapkan tenaga terampil SMK sehingga keterserapan tenaga kerja dapat meningkat dari angka awal 62.11 persen.
“Peran training di SMK juga bisa dilakukan pada masyarakat. Misalnya, anak SMK belajar otomotif dan ada masyarakat yang mau belajar, maka SMK juga bisa menjadi training. Akhirnya bisa menjadi Balai Latihan Kerja Plus,” imbuh Hudiyono.
Sementara itu, revitalisasi SMK di Jawa Timur akan lebih difokuskan pada peningkatan kualitas layanan pendidikannya, tidak pada penambahan jumlah SMK.  Dengan jumlah SMK negeri terbanyak di Indonesia, nyatanya di Jawa Timur masih ada 30 persen sekolah dengan siswa berjumlah kurang dari 100 orang.
“Ada 1.986 SMK negeri di Jawa Timur dan itu merupakan jumlah paling besar se-Indonesia. Hanya ada 40 persen yang sesuai standar dan 30 persennya memiliki jumlah murid di bawah 100. Kita tidak ingin menambah jumlah SMK, tapi kita semua harus gotong royong agar yang belum, bisa menjadi sesuai standart,” ujarnya.
Oleh karena itu, di tahun 2018 nanti Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tidak akan menambah jumah SMK, kecuali satu SMK di Kangean, Madura dengan jurusan pengalengan ikan yang sangat sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal di daerah. (ras/oci)

Berita Lainnya :