Dalang dan Sinden SMPN 3 Juarai Lomba Penelitian



MALANG – Maria Noveareza dan Moch. Nudzulul Purnama, dalang dan sinden tim karawitan SMPN 3 meneliti pagelaran wayang kulit Sesaji Rojosuyo sebagai upaya pelestarian karakter religius. Penelitian tersebut membawa mereka meraih gelar juara pertama dalam Lomba Penelitian Siswa Nasional (LPSN) yang diadakan Dindik Kota Malang, beberapa saat yang lalu.
“Nudzulul ini dalang sejak kelas 4 SD dan ikut ekstrakurikuler Karawitan di sekolah. Lalu ketika ikut ekstrakurikuler LKIR, kami arahkan untuk meneliti apa yang dia sukai,” ujar Agus Purnomo Ahmad Putikadiyanto, guru pembina LKIR SMPN 3 Malang.
Dari cerita wayang kulit Sesaji Rojosuyo, keduanya meneliti karakter religius yang tersaji melalui jalan cerita dan karakter setiap tokohnya, diantaranya Werkudara, Kresna, Puntadewa dan lainnya. Misalnya untuk karakter Puntodewa, digambarkan memiliki karakter sabar, dermawan, tegas, berserah diri, dan ikhlas.
“Setelah kami tampilkan video lakon singkat wayang di depan sepuluh koresponden yang mewakili kelas VII, VIII dan IX, ternyata hasil angket menunjukkan mereka jadi bertambah pengetahuan religiusnya,” ujar Maria.
Mengangkat kebudayaan wayang kulit ini berawal dari pemikiran bahwa sekarang, wayang kulit sudah tidak lagi diminati. Padahal bila mau meneliti lebih jauh, dalam setiap lakon pewayangan ada beberapa nilai yang dapat dipetik. Maria dan Nudzulul memilih meneliti karakter religius karena menurut mereka, pengetahuan dan karakter ini dinilai mulai luntur pada diri anak muda sekarang.
“Religius ini dapat mencakup semua karakter positif dalam PPK yang sekarang ini sedang menjadi program sekolah,” kata Nudzulul.
Langkah awal dalam penelitian mereka, lanjutnya, dengan mencoba mencari nilai-nilai yang dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, hingga terbersitlah pokok bahasan tema religius ini. Penelitian ini telah dimulai sejak kelas VIII, meski baru dikebut menjelang pelaksanana LPSN. Bila Maria mengaku baru satu kali ini mengikuti lomba penelitian, Nudzulul sendiri sebelumnya pernah menjadi juara kedua dalam gelaran serupa tahun lalu. Sekarang ini, keduanya sedang menunggu pengumuman hasil LPSN tingkat Nasional sebagai salah satu perwakilan dari kota Malang.
Bakat wayang dan dalang dalam keduanya, agaknya yang menjadi poin tambah dalam penilaian di tingkat Kota. Seusai melakukan presentasi, keduanya diminta untuk menampilkan kebolehan mereka. Ekstrakurikuler karawitan sendiri telah sering tampil dalam berbagai acara besar di sekolah.
“Dari pihak juri mengatakan sangat bagus karena bakatnya sesuai dengan penelitiannya. Ke depan, kami berharap pagelaran wayang kulit ini bisa terus tampil, karena selain untuk melestarikan budaya, juga memuat pembelajaran karakternya,” imbuhnya. (ras/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...