magista scarpe da calcio Pancasila Jangan Dihafal tapi Diamalkan


Pancasila Jangan Dihafal tapi Diamalkan

 
MALANG – Penutupan Pengenalan Studi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (Pesmaba UMM) kemarin diisi dengan wawasan kebangsaan. Pemberian wawasan kebangsaan yang diberikan kepada mahasiswa baru bukan seperti biasanya. Wawasan kebangsaan, diberikan oleh Ketua Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Yudi Latief Ph.D.
Yudi Latief memberikan pemahaman sederhana tentang pancasila kepada para mahasiswa baru. Pemahaman sederhana tersebut, tentang makna dari tiap sila, yang masing-masing mempunyai arti perbedaan dalam kemajemukan.
Sila pertama tentang keberagaman agama. Sila kedua tentang perbedaan asal usul RAS, Sila ketiga tentang perbedaan budaya, dan sila keempat partai politik dan kelima tentang kelas sosial.
“Gunakan itu sebagai kunci makna dari masing-masing sila. 26 butir pancasila tidak perlu dihafalkan, tapi perlu diamalkan. Tapi makna dari masing-masing sila, perlu disimpan dalam benak dan pikiran,” pesan dia.
Dalam paparannya, Yudi Latief juga memberikan banyak gambaran tentang kebangsaan melalui video teaser tentang kemajemukan Indonesia. Video berdurasi kurang lebih 20 menit itu bercerita tentang, indahnya kerukunan dalam perbedaan. Yang lebih membuat merinding yakni adanya latar musik “Indonesia Pusaka” dan lagu “Syukur”. 
Bermacam karakter terlihat di alur cerita. Mulai dari tokoh agama-agama yang diakui di Indonesia, hingga perbedaan ras. Mulai dari ras pribumi hingga ras pendatang. Alur ceritanya sederhana, keterangan dari Yudi Latief yang semakin membumbui jalannya video ini membuat penonton menyimak dan menjiwai.
Ada beberapa peserta Pesmaba yang terlihat berkaca-kaca ketika melihat video tersebut. Peserta tersebut sempat tertangkap oleh layar LED. Ada pula yang tertangkap kamera tengah mengelus dadanya, seolah memaknai video dengan rasa simpati. 
Salah satu mahasiswa bernama Nurul Hidayah, dari Fakultas Ekonomi mengaku, sangat berkesan dengan yang telah disampaikan. Ia senang, sebab di akhir masa pengenalan studinya di lingkungan kampus UMM, ia bisa merasakan nasionalisme, yang ia istilahkan hingga merasuk ke nadinya.
“Saya merinding dan deg-degan sekali. Sebab yang rasa rasakan saat ini, saya tidak peduli dengan keberagaman. Saya cenderung berteman hanya dengan yang seiman saja selama ini,” ungkap dia.
Dalam kesempatan itu pula, Rektor UMM, Drs Fauzan MPd menekankan 4 hal yang harus dihindari oleh mahasiswa baru UMM. "Kalian tidak boleh berbuat perbuatan asusila, minum minuman keras dan narkoba, berperilaku kriminal, dan terlibat perkelahian," imbaunya. 
Ia berharap, mahasiswa  baru UMM menjadi generasi bangsa yang mampu menjawab tantangan bangsa dan berpijak pada etika serta berpikir rasional. Serta nantinya bisa menjadi pemimpin yang bisa diandalkan oleh bangsa dan negara.
Sementara, penyanyi Fatin Shidqia Lubis tampil di akhir acara menjadi bintang utama penutupan Pesmaba. Sebagai kado dari kesuksesan itu, di puncak acara penutupan Pesmaba, UMM menampilkan penyanyi Fatin Shidqia Lubis yang melantunkan delapan lagu, termasuk hits “Dia Dia Dia”, “Aku Memilih Setia” dan cover lagu Bruno Mars “Grenade”.
Selain bernyanyi, Fatin pun tak lupa berbagi pengalamannya menggapai mimpi. Ia berkisah, kegigihan dan dukungan orang tua adalah dua faktor yang membuatnya lebih mudah mewujudkan impiannya. 
Ditemui usai penampilannya, Fatin mengaku senang mendapat kesempatan tampil di UMM untuk pertamakalinya. Diakuinya, antusiasme mahasiswa membawa gairah tersendiri yang membuatnya bisa tampil maksimal.
“Crowd-nya seru banget. Bikin nagih, bikin nggak mau nyelesain lagu. Pokoknya seneng banget, semoga dapet kesempatan perform di UMM lagi,” ungkapnya. (sin/sir/oci/van)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top