Ajak Warga Tulungagung Kreatif Olah Sampah


 
MALANG – Mahasiswa KKN Kelompok 55 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses melaksanakan program Rumah Kreatif. Program kerja ini merupakan gagasan dari Divisi Pendidikan yang memberikan pengetahuan tentang cara pemanfaatan limbah sampah. 
Kegiatan rumah kreatif ini dilaksanakan pada 4 dan 5 Agustus lalu, di Balai Desa Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung tepatnya di Desa Pelem.  Rumah kreatif telah merubah pola pikir masyarakat Desa Pelem agar lebih kreatif. 
Barang-barang bekas yang dianggap tidak bermanfaat disulap menjadi bahan yang memiliki nilai ekonomi. Dengan demikian, selain membuat warga semakin kreatif, hasil dari keterampilan ini sedikit banyak akan membantu taraf ekonomi warga Desa Pelem menjadi semakin meningkat.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Dhenny Setiawan selaku ketua Komunitas Scrapbook Tulungagung. Pada kesempatan itu, Dhenny mengajarkan bagaimana cara mengelolah barang bekas menjadi sebuah kerajinan dan dapat dijadikan lahan usaha.
Scrapbook sendiri merupakan seni menempel di atas media kertas sehingga menghasilkan karya yang menarik. Seni ini sedang populer di kalangan masyarakat. Terbukti warga yang mengikuti pelatihan cukup banyak.  Sedikitnya ada 30 ibu rumah tangga yang hadir dengan antusias. 
Hari pertama, penyampaian materi tentang pengelolaan limbah sampah kardus, dan bahan-bahan yang dapat digunakan sebagai kerajinan. Seperti daun nangka, daun pisang dan daun yang memiliki batang keras.
Di hari kedua peserta diarahkan untuk mulai membuat sebuah kotak serbaguna dari kardus yang dihias dengan kertas kado atau koran bekas. Pada awalnya banyak peserta yang mengalami kendala. Namun berkat bumbingan instruktur semua dapat diatasi dan berjalan lancar.
Kepala Dusun Wiwik mengatakan, acara tersebut sangat bermanfaat utamanya bagi ibu rumah tangga. Minimal telah mengubah pola pikir mereka yang selama ini menganganggap barang bekas tidak berarti, kini bisa dikreasikan menjadi barang yang bermanfaat. 
"Dengan bekal keterampilan ini, warga Desa Pelem makin kreatif, setidaknya merek punya kesibukan untuk mengisi waktu luang," katanya.
Ide rumah kreatif ini muncul karena adanya kesulitan pengolahan sampah yang tidak dapat dikelola dengan baik. Sehingga menimbulkan timbunan sampah yang berujung pada pembakaran dan merusak lingkungan sekitarnya.
Ketua KKN Kelompok 55 Universitas Muhammadiyah Malang, Umar Syarifuddin Nafi berharap kegiatan rumah kreatif yang digagas oleh timnya tidak berhenti dengan selesainya masa pengabdian mahasiswa. Namun terus berlanjut dan semakin berkembang. 
"Kami berharap program ini tidak berhenti saat KKN 55 telah usai masa baktinya, melainkan tetap berjalan. Dengan begitu warga telah merubah kebiasaan negatif menjadi kebiasaan positif," ujar mahasiswa jurusan Teknik Supil ini.
Selain rumah kreatif, mahasiswa KKN Kelompok 55 yang terdiri dari 31 anggota ini, juga sukses merealisasikan beberapa program pengabdian masyarakat. Baik di bidang pendidikan, lingkungan, kesehatan, maupun kegiatan sosial yang arahnya pada kemajuan tatanan hidup masyarakat Desa Pelem Kabupaten Tulungagung.
Antara lain pembuatan kompos, belajar mengajar TPQ, lomba mewarnai, senam lansia, sosialisasi demam berdarah dan cek kesehatan. Selain itu juga ada penanaman bibit cabai dengan kompos, gebyar seni tradisional yang melibatkan kesenian desa, lomba agustusan, bimbingan belajar dan membantu perpustakaan desa. (imm/sir/oci)

Berita Lainnya :