×

Error

Failed deleting 208b0f63e8f0cbd90415a489abd18808-cache-com_content-9172e463edc43302d2f7be87b45e30a9.php

Failed deleting 208b0f63e8f0cbd90415a489abd18808-cache-mod_related_items-5e100e9810c443480e383284c1b9e5e5.php

Failed deleting 208b0f63e8f0cbd90415a489abd18808-cache-page-00a8ce829aa68dff4b6c8583a340adf5.php



Wisuda 736 Mahasiswa, Buka Prodi Baru S2 Hukum Kesehatan

 
MALANG -  Pagi ini, Rektor Universitas Wisnuwardhana (haUnid) Malang, Prof Dr. H. Suko Wiyono, S.H., M.H. memimpin upacara wisuda semester genap tahun akademik 2016/ 2017.  Unidha meluluskan 736 mahasiswanya yang terdiri dari 701 lulusan S1 dan 35 orang lulusan S2, magister.
“Unidha telah membekali mahasiswanya dengan berbagai kompetensi. Selain menguasai Iptek, juga memiliki skill akademik, pedagogik dan sosial, serta tetap menjaga kepribadian sebagai bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila,” ujar Suko.
Menurutnya, di tahun akademik 2016/2017 ini, semua program studi di Unidha telah memiliki status akreditasi dengan diraihnya akreditasi B oleh dua program studi yakni Pendidikan Matematika dan Pendidikan Pancasila di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dan Ilmu Hukum. Tahun lalu, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unidha dinyatakan naik status menjadi kluster madya dan berhak menerima dana penelitian hampir Rp 7,5 miliar.
“Dengan jumlah dana penelitian tersebut kita akan terus mendorong dan mendukung terlaksananya iklim penelitian yang kompetitif dan mampu memunculkan dosen-dosen Unidha dalam kancah persaingan baik nasional maupun internasional melalui hasil-hasil penelitian,” sambungnya.
Unidha telah mengaktifkan kembali e-journal Universitas Wisnuwardhana yang telah dapat diakses public. Juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam hal jumlah dosen yang telah mempublikasikan artikel ilmiahnya ke jurnal ilmiah nasional terakreditasi nasional maupun internasional.
“Di tahun akademik ini berlipat jumlahnya menjadi delapan orang dosen yang telah berhasil mempublikasikan artikel ilmiahnya ke beberapa jurnal ilmiah internasional, baik yang terindeks scopus ataupun tidak,” terangnya.
Unidha patut berbangga karena tahun ini untuk pelayanan administratif kependidikan menduduki peringkat ke-2 dari seluruh perguruan tinggi swasta di Jawa Timur. Prestasi ini dipersembahkan oleh kepala BAAK, Edy Suprihadi, S.Kom., MSSI karena atas dedikasinya telah membuat inovasi layanan online Student Fast Service (SFC).  Melalui layanan ini, mulai semester ganjil 2016/2017 yang lalu, mahasiswa Unidha sudah semakin dimudahkan dalam mendapatkan layanan administrasi kependidikan.
Tahun akademik ini, Unidha membuka program studi (Prodi) baru. yakni Magister Hukum Kesehatan. Prodi ini, lanjutnya, hanya ada di dua perguruan tinggi, yakni Universitas Airlangga dan dan Unidha. Untuk semester ini, Prodi tersebut baru menerima sebanyak 40 orang sampai 50 orang mahasiswa baru atau satu kelas yang akan dibuka hingga akhir September nanti. “Kami mencoba untuk di generasi pertama ini semoga bisa berjalan dengan sukses sesuai harapan dan menghasilkan lulusan yang tepat,” pungkasnya. (ras/aim)
 

Berita Lainnya :