Mahasiswi Asal Bali dan Sumbermanjing Wetan Raih Terbaik


MALANG - Ni Komang Widya Desta dan Ulfa Putfaidah menjadi dua dari 10 wisudawan terbaik Akademi Kebidanan (Akbid) Wirahusada Nusantara pada gelaran wisuda periode kali ini. Keduanya siap mengabdikan ilmu sebagai tenaga kesehatan profesional.
Desta, begitu sapaan akrab Ni Komang Widya Desta, memiliki keinginan kuat memperdalam ilmunya dalam dunia kebidanan. Karena itulah, mahasiswi asli Negara, Bali ini akan melanjutkan studinya ke Program D4 Kebidanan WHN.
“Sebelum mengabdi di tempat kelahiran, saya ingin melanjutkan D4 dulu dan mematangkan ilmu saya,” ungkap Desta kepada Malang Post.
Putri pasangan I Putu Suwarma dan Herlina ini menuturkan, kuliah di WHN menjadi mimpi besarnya ketika lulus SMA. Ia pun berjanji bisa menyelesaikan studi dengan baik dan bersungguh-sungguh mengemban amanat kuliah di rantau.
Pengalaman istimewa didapatnya ketika praktik di Puskesmas Pagak. Kala itu, bidan praktik desa sedang di luar kota. Sementara ada kejadian bayi biru dan kejang. Ia pun dengan sigap merujuk bayi ke RSSA Malang.
“Saya beranikan diri walau hanya berbekal stetoskop, untungnya di kampus pernah diberi ilmu bagaimana menangani kejadian seperti itu,” kenangnya.
Pengalaman berharga kuliah di WHN juga dirasakan Ulfa Putfaidah. Mahasiswi asal Sumbermanjing Wetan ini bangga bisa menyandang gelar bidan. Profesi yang amat dibutuhkan di tempat tinggalnya, Dusun Sumberwaras.
“Bagi saya, jadi bidan itu perjuangan. Harus ikhlas karena harus membantu  ibu dan bayinya,” urainya.
Sementara itu, Desta dan Ulfa hari ini akan diwisuda bersama 240 wisudawati Akbid WHN. Acara ini akan menjadi awal bagi lulusan untuk memasuki dunia kerja dan bergabung dengan organisasi profesi Ikatan Bidan Indonesia (IBI).
Manajer WHN Graduation Defi Kristinasari, SST, M.Kes menuturkan, selain prosesi wisuda, acara ini juga akan dimeriahkan dengan hiburan yang dipersembahkan mahasiswa Akbid WHN. Selain itu, akan ada kegiatan santunan anak yatim untuk 50 orang dengan bantuan total Rp 50 juta.
“Santunan anak yatim ini menjadi salah satu agenda rutin setiap gelaran wisuda, setiap anak akan diberikan uang Rp 1 juta,” tambahnya. (oci/sir)

Berita Terkait

Berita Lainnya :