SMKN 4 Mulai Petakan Potensi Bisnis


 
MALANG –  Dicanangkan sebagai salah satu SMK di Kota Malang yang akan berganti status menjadi Badan Layanan Umum Daerah, SMKN 4 Malang menyiapkan berbagai unit produksi. Saat ini, SMKN 4 Malang telah mengembangkan teaching factory berupa percetakan sablon, pembuatan aplikasi, jasa desain company profile, hingga film animasi.
“Ke depan sekolah akan kembangkan usaha diklat sablon bagi karang taruna, bisnis persewaan lapangan, alat-alat, dan CSR dalam bentuk kerja sama. Semuanya pemasukan akan masuk dan tercatat dalam anggaran,” ujar Kepala SMKN 4 Malang, Dr. Drs. H.Wadib Su'udi, MM.
Saat ini, lanjut Wadib, teaching factory di SMKN 4 Malang masih dalam proses perkembangan. Juga, belum ada konsumen tetap mengingat untuk proses pengerjaannya sendiri masih dilakukan oleh beberapa orang siswa. BLUD SMKN 4 Malang masih dalam tahap seleksi, untuk kemudian dilakukan audit oleh auditor independen dan kemudian dilakukan survey dari BPKAD Provinsi.
“Kalau lolos, nantinya ada sosialisasi ke masyarakat dan diklat untuk warga sekolah di bulan Januari dan Februari,” lanjutnya.
Promosi dilakukan layaknya sebuh perusahan yang menawarkan barang dan jasanya, sehingga nantinya untuk melayani kebutuhan konsumen, sekolah memiliki tim produksi yang terdiri dari siswa, guru, atau tenaga outsourching. Untuk mendukung promosi, juga akan dibentuk tim marketing. Seluruh proses akan dicatat dalam pembukuan dan harus siap dilakukan audit keuangan.
“Jadi BLUD ini akan sehat dan rigid. Tidak boleh main-main,” imbuhnya.
Untuk melengkapi berkas persyaratan, didatangkan tim untuk menilai semua asset yang dimiliki oleh sekolah diantaranya tanah, gedung, mesin, gedung hingga didapat nilai asset modal tetap dan aset modal bergerak. Ke depan, bila telah berjalan maka BLUD ini akan terus mendapatkan pengawasan.
Bila kondisi keuangan dalam sekolah memburuk, maka akan diberikan waktu selama tiga bulan untuk perbaikan keuangan. Program BLUD ini akan berjalan selama enam bulan hingga satu tahun.
Dengan sistem ini, tidak akan memberikan pengaruh terhadap besarnya sumbangan orang tua siswa ke sekolah. Namun, semua fasilitas yang ada di sekolah digunakan untuk meningkatkan layanan di sekolah.
Meski sekolah diberikan fleksibilitas pengelolaan keuangan dari unit usaha yang dimiliki, namun BLUD sekolah masih tetap menerima bantuan. (ras/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :