Beasiswa Khusus Pemerintah di Tiga Jurusan SMKN 5


MALANG – Untuk mempertahankan eksistensi jurusan kompetisi khusus, pemerintah tak kurang-kurangnya memberikan perhatian. Diantaranya di jurusan kriya keramik, kriya kayu dan tekstil di SMKN 5 Malang. Setiap tahun, siswanya mendapatkan suntikan dana untuk meringankan biaya SPP sebesar Rp 1 juta.
″Sekolah mengecek apakah ada tanggungan biaya sekolah yang belum terbayarkan atau belum. Kalau ternyata biaya SPP nya sudah lunas, akan dibayarkan untuk kebutuhan yang lain,″ terang Rhomdhoni, Wakasis SMKN 5 Malang.
Untuk tahun ini, siswa kelas 10 masih belum menerima bantuan karena masih dalam tahap pendataan.
Di tiga jurusan tersebut, lanjutnya, memiliki masing-masing dua rombongan belajar di setiap angkatan. Di tahun 2010 hingga 2012 lalu, jurusan kriya keramik sempat mengalami penurunan minat, bahkan untuk mendapatkan satu kelas saja, sekolah mengaku kesulitan. Padahal menurut Rhomdhoni, kesempatan kerja di jurusan ini dapat dibilang tinggi.
“Setelah lulus, siswa bisa membuka usaha sendiri, misalnya membuat souvenir dan prakarya lainnya. Ketrampilan ini kan sangat jarang dimiliki orang,″ lanjutnya.
Jurusan kriya keramik ini sendiri telah dimiliki SMKN 5 Malang sejak sekolah berdiri, sekitar 18 tahun yang lalu. Selain beasiswa, hasil karya mereka juga selalu dihadirkan dalam event nasional untuk mengisi expo kompetensi kreatif.
Selama satu minggu, siswa jurusan keramik SMKN 5 Malang melakukan praktek selama 24 jam. Satu buah benda keramik besar dapat dikerjakan secara berkelompok oleh empat orang. Sedangkan untuk benda-benda ringan, dikerjakan sendiri. Meski banyak peminat, namun SMKN 5 Malang mengaku belum dapat menerima pesanan kriya keramik dari konsumen karena terkendala peralatan.
″Tapi sekarang kami telah memiliki tungku pembakaran berukuran satu kubik sebagai bantuan pemerintah pada LKS nasional beberapa waktu yang lalu. Kalau untuk fokus ke industri, kami sekarang juga masih terkendala dengan proses pembelajaran terkait dengan keteknikan. Setiap semester banyak sekali yang harus dikuasai siswa,″ kata Icuk Tris Setyanto, guru jurusan Kriya Keramik.
Salah satu siswa jurusan Kriya Keramik, Zulkifli, mengaku tertarik dengan jurusan ini karena secara pribadi, dia sangat menguasai seni. Siswa kelas 12 ini juga mendapatkan beasiswa tersebut.
“Dulu sebenarnya ingin masuk TKJ, tapi setelah melihat profil jurusan dan melihat kriya keramik ini, saya jadi tertarik,” ujarnya.
Di Malaysia, negara asal Zulkifli, tidak ada jurusan kriya keramik. Bahkan karya-karya keramik di Malaysia, dikatakan Zul, memiliki desain yang hampir meniru desain dari Indonesia. Oleh karena itu, Zul memiliki mimpi nanti akan mengembangkan kriya keramik di negara kelahirannya. (ras/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :