180 Siswa Berjuang Demi Baret SMANTAR


MALANG – Sebanyak 180 Siswa baru SMA Taruna (Smantar) Nala Jawa Timur tengah mengikuti Latihan Dasar Kedisiplinan dan Kepemimpinan Siswa (LDKS) di Puslatpur Kolatmar, Purboyo. Di sana, siswa  harus berjuang untuk mendapatkan baret Smantar. Sebuah tanda yang akan disematkan di seragam siswa yang menandakan resmi menjadi siswa Smantar.
Staff ahli Kurikulum Bela Negara dan Kemaritiman Dr. Dra. Aviani  Sapyoani, M.Pd mengatakan, prosesi pembaretan ini dilakukan di akhir masa basis LDKS ini pada 14 Oktober 2017. Pembaretan ini, merupakan tanda penyematan, bahwa siswa Smantar telah berhasil menyelesaikan perjuangan mereka untuk lulus LDKS.
Para siswa, setiap Sabtu dan Minggu berupaya keras melampaui pelatihan-pelatihan berupa outbond.
“Itu tidak mudah, mereka harus memberikan kekuatan dan ketangkasannya. Sebab permainan yang dilakukan bukan hanya outbond biasa. Namun juga semi militer, yang kebih kepada kerapian dan kedisiplinan,” cerita Aviani.
Menurutnya, siswa mempunyai respon bermacam-macam, di hari pertama pada bulan Juli lalu. Ada dari mereka yang antusias, adapula yang enggan. Namun seiring waktu, nyatanya LDKS ini mampu membentuk mental dan kepribadian siswa.
“Ternyata hingga saat ini, mereka sudah bisa mengikuti kegiatan dengan baik. Malah hasil tes dan pengamatan terlihat mereka bisa menyesuaikan,” katanya.
Selain itu, lanjutnya, dalam kegiatan ini, siswa mendapat pola pengasuhan yang sudah didesain agar mereka mampu meningkatkan kekuatan mentalnya. Juga membentuk kepribadiannya menjadi lebih unggul dan pola pikir yang positif dan menjadi lebih tangguh.
Para siswa yang mengikuti, menurut Aviani adalah mereka yang bukan hanya cerdas namun kuat.”Seperti yang sudah saya katakan tadi, kalau mereka harus dituntut untuk menjadi seorang warga negara yang mempunyai basic militer. Basic militer bukan hanya mengandalkan kekerasan, namun yang dibentuk adalah kekuatan mental,” terangnya.
Kegiatan ini dimulai dengan pembelajaran di kelas dalam mata pelajaran Bela Negara dengan pembicara yang ahli di bidangnya. Diantaranya dari Dishidrosal tentang kondisi geografis NKRI dengan segala peluang dan ancamannya. Juga dari Armada RI kawasan Timur tentang menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa. (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :