Pastikan Mahasiswa ITN Bebas Narkoba

 
MALANG - Komitmen Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang untuk menjadikan kampus bebas narkoba dilakukan sejak mahasiswa baru masuk kampus. Rabu (13/9) kemarin, 1123 mahasiswa baru ITN melakukan tes urine yang bekerjasama dengan BNN Kota Malang dan Laboratorium Klini
k Patimura yang  dimotori UKM Persatuan Mahasiswa Anti Narkoba (PESAN).
“Kami tidak ingin ada faktor negative yang dibawa mahasiswa baru ke kampus kami, salah satunya narkoba. Sehingga perlu kami adakan tes ini,” kata Pembina PESAN ITN, Aladin Eko Purkuncoro, ST., MT kepada Malang Post.
Pelaksanaan tes narkoba terbagi dalam dua sesi, yakni hari Senin dan Rabu kemarin. Pelaksanaan tes dilakukan secara mendadak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Sebanyak 851 mahasiswa dites di hari pertama dan hasilnya tidak ada satupun yang terindikasi obat-obatan terlarang. Sisanya dilaksanakan kemarin.
“Ada yang mungkin saking tegangnya sampai tidak bisa keluar urinnya dan harus minum sampai empat kali,” ujarnya.
Terbentuk dari kesadaran mahasiswa dalam memerangi narkoba, diantara agenda UKM PESAN yang lain diantara sosialisasi bahaya narkoba dan pendekatan dalam bentuk komunikasi kepada mereka yang terindikasi.
Koordinator dari Laboratorium Klinik Patimura, Tri Hariani menerangkan, pihaknya kerap bergandengan dengan BNN untuk mengadakan tes narkoba di berbagai tempat, salah satunya di lingkungan pendidikan. Di ITN kemarin, jenis obat terlarang yang diuji yakni golongan benzodiazepines.
“Karena obat ini yang umumnya dikonsumsi di kalangan remaja, fungsinya untuk penenang dan menghilangkan kecemasan,” ujarnya.
Sebelumnya, di pagi hari mahasiswa baru mendapatkan materi dari Sekda Kota Malang Wasto, mengenai kepemimpinan. Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi dan peran yang strategis  sebagai agen perubahan.
“Perguruan tinggi merupakan lembaga pendidikan formal terakhir yang harus ditempuh sebelum terjun ke masyarakat. Bila perguruan tinggi keliru dalam mendidik mahasiswa, maka akan kelirulah masyarakatnya,” ujarnya.
Wasto juga mengungkapkan berbagai pengetahuan kondisi Kota Malang dan beberapa kebijakan, diantaranya gerakan salat berjamaah tepat waktu, gerakan mematikan televisi setelah maghrib, ekonomi kreatif dan kependudukan. Menurutnya, pengetahuan ini dirasa perlu sebagai penyeimbang pengetahuan akademis bagi mahasiswa baru. Selanjutnya, mahasiswa ITN dibekali dengan pengetahuan bahaya narkoba melalui sosialisasi dari BNN Kota Malang. (ras/aim)

Berita Lainnya :