Makin Dikenal Lewat Paduan Suara Siswa

 
MALANG – Siswa-siswi SDK Mardi Wiyata 1 yang tergabung dalam paduan suara kembali tampil di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW). Tahun lalu mereka pernah tampil di gereja Jalan Tulangbawang tersebut. Kali ini penampilan mereka dalam rangka memeriahkan Hari Raya Persembahan 2 oleh Umat Kristen Protestan, beberapa waktu lalu. Di sela acara ibadat, siswa SDK Mardi Wiyata 1 membawakan dua lagu yang berhasil menghibur para jamaat. 
Yohanes, S.Pd, penanggungjawab mengatakan, kehadiran siswa ke GKJW dalam rangka pelayanan SDK Mardi Wiyata 1 pada masyarakat. Kebetulan kali ini momentumnya bertepatan dengan Hari Raya Persembahan bagi Umat Kristen. 
“Jadi kami mencoba untuk mempersembahkan doa melalui lagu-lagu rohani yang dinyanyikan oleh anak-anak kami,” ucapnya kepada Malang Post usai acara.
Selain itu, kata Yohanes, kehadiran peserta didiknya ke GKJW sebagai upaya utuk lebih memperkenalkan SDK Mardi Wiyata 1. Salah satunya dengan mendatangi gereja-gereja yang ada di Kota Malang. Pihaknya menargetkan bisa mengunjungi tiga gereja dalam satu tahun pelajaran. 
"Tidak hanya gereja ini saja, tapi juga ke gereja yang lain. Agar acara sekolah kami semakin dikenal masyarakat," tambahnya. 
Sebagai upaya mendekatkan diri kepada masyarakat, SDK Mardi Wiyata 1 menonjolkan salah satu program unggulannya, yaitu tim paduan suara. Tim ini menjadi favorit siswa dan telah seringkali tampil di berbagai even dengan sederet prestasinya. Yohanes mengatakan, program ekstra ini terdiri dari 32 siswa. Melalui program ekstra paduan suara pihaknya ingin menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswanya. 
"Terdapat banyak sekali nilai karakter yang bisa digali dan diajarkan pada anak anak dalam  pelatihan dan praktek paduan suara," kata dia.
Diantaranya, lanjut Yohanes, kedisiplinan, kerjasama, saling menghargai, kekompakan dan tanggungjawab. Tanpa nilai-nilai tersebut sulit dibentuk sebuah kelompok paduan suara yang bagus dan harmoni.
Tanpa sikap disiplin, siswa tidak akan menghargai waktu dan tidak bisa menempatkan diri. Padahal dalam paduan suara, hal ini sangat penting diperhatikan. Demikian juga dengan sikap menghargai dan tanggungjawab. 
Tim akan kompak jika setiap anggota bisa menghargai anggota yang lain. Dan setiap mereka harus mengerti posisi dan tugasnya, kapan harus bersuara dan kapan harus diam. “Ini yang dimaksud dengan  disiplin dan bertanggungjawab," tukasnya. 
Menurut Yohanes, penanaman nilai-nilai karakter melalui paduan suara sejalan dengan Program Penguatan Karakter (PPK). Oleh karena itu, guru SDK Mardi Wiyata 1 selalu konsisten dalam membina dan melatih para siswa agar betul-betul dapat mengembangkan potensi dirinya di bidang kreativitas dan kaya akan nilai-nilai karakter. (imm/sir/oci) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...