UIN Maliki Bangun Jaringan dengan Jerman


 
MALANG – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) kedatangan delapan profesor dari Jerman, yang masuk pada program Senior Experten Service (SES) visiting professor. SES adalah kerjasama Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementrian Agama (Diktis Kemenag) dan Kementerian Luar Negeri Jerman hingga tahun 2020 mendatang.
Ketua Kantor Urusan Internasional (KUI) UIN Maliki Dr Meinarni Susilowati mengatakan, selama tiga tahun ke depan, visiting profesor bisa membantu menyukseskan program akademik di UIN Maliki.
“Poin penting untuk sebuah kampus memang tri darma itu, jadi target ke depan peningkatan kualitas tridarma serta lembaga bisa meningkat,” ungkap Meinarni.
Melalui visiting profesor ini, harapan peningkatan penelitian dan publikasi ilmiah juga ditargetkan Dosen Bahasa Inggris itu menyebutkan, salah satu program penelitian yang sudah berhasil diwujudkan adalah penelitian yang telah dilakukan oleh salah satu dosen Jurusan Biologi. 
“Salah satu dosen kami di Jurusan Biologi sudah ada follow up, untuk mendapatkan dana penelitian dari Jerman. Ini adalah salah satu wujud implementasi penelitian yang nyata,” ungkap dia.
Selain itu, pengembangan laboratorium untuk peningkatan riset serta sebagai sarana pendidikan juga sudah mulai dilakukan. Untuk saat ini, yang sedang dilakukan, adalah pengembangan laboratorium untuk jurusan Biologi dan Kimia. Dalam pengembangan laboratorium ini, para guru besar memberikan ide-ide gagasan mereka untuk pengembangan kedua laboratorium ini.
Menurut Meinarni, pengembangan laboratorium ini penting, sebab ilmu sains akan hidup dengan keberadaan laboratorium. 
“Nafas dari jurusan sains memang laboratorium. Saya beharap, nantinya laboratorium kedua jurusan ini bisa terus dikembangkan. Dengan tangan dan pemikiran para professor, harapan saya nanti laboratorium ini bisa mempunyai standar internasional,” terang perempuan yang akrab disapa Mei ini.
Selain peningkatan produktivitas penelitian dan pengembangan laboratorium sains, program lain untuk ilmu sosial humaniora, adalah di Fakultas Ekonomi. Untuk fakultas Ekonomi, profesor akan memberikan gagasan ide, dalam membantu mahasiswa siap menghadapi era ekonomi global syariah.
“Nantinya pengembangan kualitas sumberdaya manusia dan juga pendidikan kepada mahasiswa dengan dibekali skill atau kemampuan komunikasi antar budaya untuk mempersiapkan mereka lebih siap menghadapi era global,” kata Mei.
Selain beberapa program tersebut, tujuan jangka panjang secara keseluruhan, adalah untuk meningkatkan kualitas produktivitas pendidikan, lembaga dan SDM.
“Tahun 2020, publikasi standar internasional, dan mindset mahasiswa baru sudah berubah,” pungkasnya. 
Untuk saat ini, professor yang sudah melakukan visiting, adalah Prof Ewald Daltrozzo, di Jurusan Kimia, Prof Arnold Paessan di Jurusan Biologi, dan Prof Ullrich Gunter di Fakultas Ekonomi. (sin/oci)

Berita Lainnya :

loading...