Memaknai Ziarah dalam Pameran Seni Rupa

 
MALANG – Berlangsung sejak tanggal 11 September dan berakhir kemarin (15/9) sore, pameran Seni Rupa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UB berhasil menyedot hingga 5.000 pengunjung. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari acara Dies Natalis ke- 8 FIB. Bertema ziarah, sebanyak 47 karya dari seni kerajinan makrame, seni lukis, seni tekstil dan seni instalasi dari dosen dan mahasiswa ditampilkan.
Ketua Pameran Romy Setiawan mengungkapkan, tema ziarah ini merupakan perincian dari tema besar ‘Menggali Lokal Menjaring Global’.  Ziarah diusung sebagai tema yang dapat ditafsirkan secara luas.
“Ziarah ini tidak diidentikkan dengan sesuatu yang keramat, tapi apabila dikembalikan pada diri sendiri, lebih kepada perjalanan seseorang,” ujarnya. 
Perjalanan, akan merangkum cerita dan daya tangkap peserta terhadap zona waktu atau kondisi, sehingga sebagai besar karya melukiskan bagaimana globalisasi dan kemajuan zaman dalam kehidupan sosial dan budaya.Misalnya pada sebuah karya milik Misa As’ari berjudul Termakan Era, tergambar sebuah pedati yang dulunya memuat gabah padi, kini diganti dengan berbagai makanan cepat saji. Karya tersebut terdiri dari berbagai kolase lukisan dimana di lukisan terakhir, sapi tergeletak di tanah dengan mulut berisi makanan cepat saji.
Karya yang dipajang diseleksi dari hasil sosialisasi yang dilakukan sebelum libur Hari Raya Idul Fitri. Dari sekitar 80 karya yang masuk, hanya 43 karya yang akhirnya mendapatkan tempat, dan menjadi stau kebanggan bagi mahasiswa.
“Harapan kami ini menjadi provokator bagi mereka sehingga ke depan bisa dilangsungkan event yang lebih besar dari ini. UB punya potensi yang sangat besar, hanya tinggal bagaimana menyelaraskannya dengan kebutuhan akademik,” sambungnya. 
Pengunjung yang datang pun juga tak hanya berasal dari mahasiswa UB, namun juga dari beberapa perguruan tinggi di Malang. Selain pameran, pada tanggal 14 September lalu juga digelar diskusi seni rupa oleh Wahyudin, kuratos sekaligus penulis seni rupa dan dan Gatot Pudjianto, salah seorang seniman. Pengunjung juga dapat membeli berbagai judul buku indi dan klasik di stand yang terletak di luar gedung FIB UB. (ras/oci)

Berita Lainnya :

loading...