Prof Eko Handayanto, Rektor Unitri Periode 2017-2021


MALANG - Prof Dr Ir Eko Handayanto, M.Sc dipercaya memimpin Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) periode 2017-2021. Figur yang dikenal giat melakukan promosi Unitri ini dilantik menjadi rektor, Sabtu (16/9) kemarin di GOR Unitri.
Sejak tahun pertama, ia sudah berupaya untuk mencari calon mahasiswa secara langsung dengan melakukan kunjungan ke daerah-daerah di Indonesia Timur. Dia menyasar Indonesia Timur, sebab, dari awal berdiri, kampus ini memang sudah mengusung tema kampus kerakyatan. Menurutnya, di Indonesia Timur, banyak sekali pemuda yang ingin bersekolah, namun belum memiliki biaya. Tempat pertama yang ia kunjungi saat itu adalah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Disana, ia dengan Gubernur NTT melakukan kerjasama. “Kerjasama waktu itu memang masih sederhana saja. Sebab, kami juga masih belum bisa menjanjikan apa-apa. Dan kebetulan juga, karakteristik masyarakat di sana  tidak meminta hal yang muluk. Mereka sangat ingin kuliah. Saat itu saya juga mencoba siaran-siaran lewat radio RRI,” kata dia.
Kemudian, perlahan, mahasiswa mulai berdatangan. Awalnya, hanya segelintir mahasiswa, namun perkiraannya, sekitar lima tahun kemudian, semakin bertambah. Kemudian, ia merambah ke Nusa Tenggara Barat. Sama halnya dengan NTT, di sana mendapat respon positif. Mahasiswa pun bertambah.
Seiring waktu, ia  juga melakukan ekspansi ke daerah lain, yakni Kalimantan. Disana ia melakukan hal yang sama. Mencoba bekerjasama dengan pemerintah daerah. Perjuangan Eko membuahkan hasil. Mahasiswa dari berbagai daerah di Kalimantan berdatangan.
Setelah sukses mendatangkan mahasiswa, ia menjabat sebagai wakil rektor. Hingga kemudian menjadi rektor. Selama masa jabatannya nanti, ia fokus untuk melakukan peningkatan akreditasi Unitri dari C menjadi B. Dia akan berupaya untuk meningkatkan Tri  Dharma Perguruan Tinggi, serta fokus kepada program studi.
“Kami menambah 3 prodi baru di pendidikan yaitu biologi, matematika, dan guru SD (PGSD). Ketiganya sedang menunggu surat keputusannya dari Kemenristek Dikti. Ini adalah poin pokok yang harus dibenahi” ungkap dosen pertanian UB ini.
Pria lulusan Imperial College of London, Inggris, ini menandaskan, tugas di Unitri tidak ringan. Sebab Unitri juga ditargetkan untuk memperluas distribusi di seluruh Indonesia.“Selama ini sebaran mahasiswa kami hanya Jawa, Papua, Maluku, NTT. Kami ingin tahun depan mahasiswa yang masuk di Unitri lebih banyak lagi dan dari berbagai  daerah,” pungkas guru besar di bidang Biologi tanah itu.(sin/van)

Berita Lainnya :