Ajak Peneliti Peduli Kesejahteraan Masyarakat


MALANG POST - DAAD Jerman kembali menggelar Kompetisi Falling Walls Lab. Kompetisi akbar ini merupakan tahun kedua dan kemarin digelar di Kampus UI Depok, (14/9/127).  Ajang internasional yang dilaksanakan di berbagai belahan dunia ini merupakan ajang penyampaian ide, gagasan, model bisnis, proyek inovasi, dan hasil penelitian bagi peneliti muda dan entrepreneur muda berbakat ke publik . 
Tahun ini, Ika Juliana dari LIPI, berhasil merobohkan tembok komunikasi antara peneliti atau akademisi dengan masyarakat melalui presentasi berjudul "Breaking the Wall of Biosurfactant Flooding". Peneliti muda berbakat ini sempat kehabisan kata-kata ketika dinobatkan menjadi juara pertama kompetisi bergengsi ini. Ika akan diberangkatkan oleh DAAD ke Berlin bertemu dengan pemenang Falling Walls dari berbagai Negara, November mendatang.
Ketua panitia Dr Marco Stahlhut, bersama dengan direktur DAAD Indonesia, Dr Irene Jansen dan Dr Leenawaty Limantara Ph.D rektor Universitas Pembangunan Jaya dalam konferensi pers menerangkan, Falling Walls Lab ini mengambil gagasan runtuhnya tembok Berlin di Jerman, sebagai gagasan bahwa ilmuwan dan akademisi harus memiliki kemampuan berkomunikasi, piawai dalam bahasa internasional, bahasa inggris, dan memiliki kemampuan untuk melakukan persuasi, menyampaikan gagasannya kepada masyarakat, pemerintah dan industri.
“Sehingga, gagasan-gagasan cemerlang tersebut mampu diwujudkan di masyarakat dalam bentuk kebijakan, produk teknologi, inovasi baru yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dr. Leenawaty Limantara, PhD dalam rilisnya ke Redaksi Malang Post.  
Sebelumnya, 20 finalis muda berbakat dari 16 institusi di Indonesia berhasil masuk dalam babak final kompetisi, mereka berasal dari beragam latar belakang pendidikan dengan jenjang pendidikan S1, S2 sampai S3. Satu pemenang akan mewakili negaranya di tingkat kompetisi dunia, November yang akan datang.
Sebelumnya, mereka menyampaikan gagasan cemerlangnya dalam waktu tiga menit per peserta dihadapan tujuh dewan juri yang terdiri dari direktur kantor regional DAAD Jakarta DR Irene Jansen, Kepala seksi Sains dan Teknologi Kedutaan Jerman Dr. Svann Langguth, perwakilan perguruan tinggi dan industri. (oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :