magista scarpe da calcio Himpsi Gandeng Pemda, Satu OPD Satu Psikolog


Himpsi Gandeng Pemda, Satu OPD Satu Psikolog



MALANG – Tantangan psikolog ke depan akan semakin kompleks dengan segala permasalahannya. Memperkuat kepekaan terhadap fenomena sosial dan mencari strategi baru dalam mengatasi permasalahan psikologi menjadi tantangan baru psikolog masa kini.
Hal ini terungkap dalam Musyawarah Cabang Himpunan Psikologi Indonesia Cabang Malang, Minggu (17/9) kemarin, di UMM Inn. Ketua Himpsi Cabang Malang terpilih M Salis Yuniardi menjelaskan, keahlian dalam psikologi mampu menciptakan kehidupan sosial dalam masyrakat yang lebih baik, jika pelakunya selalu peka terhadap apa yang tengah berkembang di tengah masyarakat.
“Kami selalu mendorong anggota-anggota kami untuk terus meng-upgrade kemampuan mereka. Salah satunya dengan pelatihan dan uji kompetensi,” papar Salis saat ditemui Malang Post di sela acara.
Ia menjelaskan, kegiatan-kegiatan Himpsi Cabang Malang selain memberikan surat izin praktik lewat uji kompetensi, juga memberi kesempatan anggota untuk berkembang. Salah satunya memberi informasi kepada anggota soal pendampingan apa saja yang dapat ia berikan dan kemana ia dapat mempraktekan keahliannya.
Selain itu pula, Himpsi Cabang Malang juga memberikan pelayanan kepada masyarakat. Secara rutin, menggelar kegiatan konseling di beberapa kesempatan dan pendampingan kepada kaum difabel.
“Seperti jika sebuah daerah terdapat bencana besar, kami akan turun tangan membantu. Dengan memberikan pendampingan konseling bagi korban-korban bencana,” tutur Salis.
Dalam Muscab kali ini tambahnya, Himpsi Cabang Malang menyusun program kerja yang diperuntukan bagi pemerintah daerah. Sebisanya, tenaga psikolog dapat diberdayakan di seluruh bidang atau instansi.
Menurutnya, pemda bersama dengan tenaga psikolog dapat berkerjasama untuk menempatkan psikolog di tiap organisasi perangkat daerah (OPD) ataupun badan pemerintah lainnya.
“Karena bimbigan konseling tidak hanya diberikan pada sekolah saja. Perusahaan dan lembaga-lembaga pemerintah minimal punya satu tenaga konseling. Untuk memberi pelayanan psikologis pada pekerja,” jelasnya.
Sementara itu Dekan Fakultas Psikolog UMM Dr Iswinarti MSi yang hadir memberikan materi seminar dalam Muscab menegaskan, interaksi sosial menjadi barang yang berharga saat ini. Psikolog saat ini harus mau memandang kedepan terhadap masalah interaksi sosial terlebih pada anak muda. Pasalnya, hal ini kian mempengaruhi pola pikir dan perilaku generasi penerus saat ini.
“Melatih kepekaan sosial generasi saat ini harus dimulai sejak dini. Perbanyak berikan waktu luang anak bermain tradisional bisa menjadi solusi,” tandas Iswinarti.
Ia menegaskan, pola interaksi sosial dengan menggunakan permainan tradisional akan menjadi stimulus efektif bagi perkembangan sosial masyarakat secara luas. “Membiasakan anak untuk berinteraksi dengan lingkungan nyata akan lebih cepat membangkitkan motivasi anak untuk maju dan berkembang secara positif,” tandasnya. (ica/aim)

Berita Lainnya :