Sukses Pendidikan Karakter Dimulai dari Rumah


MALANG –  Pendidikan keluarga memegang pertama dan utama dalam membentuk karakter anak. Meski berbagai karakter diterapkan dalam kehidupan sekolah, namun keluarga tetap menjadi yang terpenting untuk membentuk kolaborasi. Oleh karena itu, kemarin (18/9), Dinas Pendidikan Kota Malang menggelar Kegiatan Sosialisasi Pendidikan Keluarga tahun 2017 diikuti 224 Kepala TK di Kota Malang.
Sebagai contoh, kebiasaan membuang sampah pada tempatnya yang ditanamkan secara baik di keluarga, harusnya menjadi solusi bagi masalah sampah. Sehingga, Pemerintah tidak perlu lagi mengatur warganya dalam bentuk Peraturan Daerah.
“Tidak perlu 18 karakter, cukup kebersihan dan mengantre, itu sudah mencerminkan bagaimana anak telah tumbuh menjadi seorang yang berpendidikan,” ujar narasumber, Agus Mohamad Solihin, SE., M.Pd.
Karakter anak akan semakin kuat terbentuk melalui peran masyarakat yang ikut serta memberikan pengawasan. Misalnya, suatu warnet yang tidak memperbolehkan siswa datang ketika jam sekolah, atau mall yang tidak mengizinkan pengunjung datang dengan mengenakan seragam sekolah. Bentuk kerja sama ini yang harus disambut dengan pintu lebar oleh kalangan pendidikan.
“Masyarakat juga dapat memberikan dukungan dalam bentuk sumberdaya, namun tetap sesuai dengan aturan yang harus dipenuhi. Inilah yang kemudian diwadahi dengan terbentuknya Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah,” sambungnya.
Bila selama ini orang tua hanya berfokus pada optimalnya tumbuh dan kembang anak, maka hal yang sama juga harus berlaku pada sisi emosional anak. Orang tua kerap memperlakukan anak berdasarkan besarnya fisik anak. Keberagaman anak-anak
“Masing-masing keluarga memiliki keunikan sendiri. Jadi pendidik harus tau karakteristik keluarga agar dapat bersentuhan dalam mendidik anak,” sambungnya.
Dimulai dari PAUD sebagai pondasi, bila semakin solid maka peran orang tua dalam pendidikan formal dapat berlanjut hingga pendidikan yang lebih tinggi. Orang tua dapat mengunduh buku pendidikan keluarga di laman  sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id
Kasubdit Pendidikan Non Formal Informal (PNFI) Dinas Pendidikan Kota Malang, Suyitno menjelaskan sosialisasi ini tak hanya pada pendidikan keluarga, namun kelas inspirasi, pengaruh era digital, dan sebagainya. Harapannya, agar kepala sekolah dapat mengimplementasikannya di sekolah masing-masing mengingat jenjang PAUD dan TK sebagai tingkat pertama pendidikan formal anak-anak.
“Harus selalu ada komunikasi dengan orang tua, sekolah, serta lingkungan. Sebelumnya memang ada, namun sosialisasi ini tujuannya untuk menguatkan kembali,” ujarnya.
Berlangsung selama tiga hari, acara ini diikuti kepala sekolah unit pendidikan di setiap jenjang, dan lintas sektor dari lembaga kursus, PKBM, dan pengawas dengan total 672 peserta. (ras/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :