Perawat dan Bidan Dibekali Entrepreneurship


MALANG – Dengan visi yang baru yakni ‘RENE Rek,’ STIKES Widyagama siap melahirkan mahasiswa bidang kesehatan dengan empat karakter unggul, yakni Religius, Excellent, Nasionalis, dan Entrepreneurship. Keempatnya dijabarkan dalam seluruh materi kuliah dan unit kegiatan mahasiswa.
“Poin religius ini terkandung dalam sila pertama Pancasila, sehingga Pancasila tidak luntur dalam jiwa anak muda sekarang,” ujar Ketua STIKES Widyagama Husada Malang, dr. Rudy Joegijantoro, MMRS seusai membuka acara pengenalan kehidupan kampus pada 134 mahasiswa baru, kemarin (18/9).
Karakter entrepreneurship dari mahasiswa kebidanan, contohnya, dapat diwujudkan dalam inovasi peralatan medis seperti alat gendongan bayi, pengolahan diapers atau penampung ASI. Sedangkan mahasiswa keperawatan melatih pelayanan kepada pasien dalam program yang saat ini sedang dimatangkankan kembali, yakni program Home Care.
“Program Home Care dari mahasiswa keperawatan dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis karena termasuk dalam bentuk pengabdian pada masyarakat. Untuk mahasiswa kebidanan, bergerak dalam bentuk perawatan pasca bersalin,” ujarnya.
Home Care hanya diperbolehkan memberikan pelayanan berupa perawatan, sedangkan untuk pengobatan tetap harus dilakukan di klinik kesehatan. Nantinya, Home Care akan bekerja sama dengan Posyandu, Karang Taruna, Remaja Masjid hingga Desa Binaan se-Malang Raya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Mahasiswa jurusan Kesehatan Lingkungan dapat terjun untuk ke masyarakat untuk memeriksa sanitasi perumahan secara gratis dalam unit Envi.
“Sedang kami godok bagaimana unitnya, waktu pelaksanannya. Mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi. Untuk saat ini, Home Care bekerja sama dengan Poliklinik Widya Husada,” ucapnya.
Meski difokuskan untuk mahasiswa semester akhir yang telah mengusai kompetensi di bidangnya, tidak menutup kemungkinan mahasiswa semester lain juga dapat ikut berpartisipasi. Meski telah berjalan, namun pihaknya merasa unit Home Care ini belum dapat berjalan secara maksimal akibat kurangnya informasi di masyarakat.
“Kami ingin datangkan pakar entrepreneurship untuk membuka peluang bisnis di bidang kesehatan, sehingga tidak perlu mengenyampingkan pendidikan yang selama ini telah diperolah. Kami berharap lulusan kami bisa terpakai di dunia kesehatan,” imbuhnya. (ras/oci)

Berita Lainnya :