Maba UNIRA Dibekali Aswaja


KEPANJEN – Sebanyak 900 mahasiwa baru Universitas Raden Rahmat (UNIRA) Kepanjen mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Mahassiwa Baru (Pekak Maba) kemarin. Salah satu materi yang diberikan dalam Pekak Maba itu adalah Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) supaya mahasiswa baru mendapatkan pembekalan keagamaann.
Ketua Panitia Pekak Maba UNIRA Kepanjen Rifky Rifanda Sakti mengatakan, wajib bagi maba untuk mendapatkan materi Aswaja tersebut. “UNIRA merupakan Kampus NU. Sehingga penanaman dan penguatan Aswaja menjadi sangat perlu dikenalkan kepada maba yang ada di sini,” ujarnya kepada Malang Post.
Dia menjelaskan, mahasiswa harus memililli komitmen mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW serta mengerti tentang agama Islam sesuai Al Quran dan Assunnah. “Tujuan pemberian materi Aswaja ini, supaya maba tidak mudah terdoktrin oleh ajaran meyesatkan yang memakai nama Islam,” tegasnya.
Menurutnya, selain itu, seluruh maba juga diberikan beberapa materi lainnya. Di antaranya teori kebangsaan, pengenalan kampus dan keorganisasian. Seluruh materi tersebut diberikan selama pelaksanaan Pekak Maba. Sehingga, diharapkan melalui kegiatan ini, seluruh maba menjadi mudah serta cepat adaptasi di lingkungan yang baru.
“Lingkungan kampus tidak sama dengan lingkungan sekolah. Sehingga, seluruh maba harus cepat beradaptasi atau melakukan penyesuaian,” kata dia. Selain itu, seluruh maba juga dibekali materi keorganisasian. Termasuk diberikan materi simulasi pemilihan Ketua Organisasi melalui pemilihan umum secara terbuka, jujur, adil dan saling menghargai.
“Mahasiswa baru nantinya juga menempa diri melalui organisasi. Tujuannya, melalui aktif dalam organisasi, melatih mereka untuk menjadi pemimpin,” kata dia. Dia menjelaskan, sebagai kampus Islam yang berlandaskan NU, pemberian materi serta pembekalan agama wajib diikuti oleh seluruh maba.
“Ilmu pengetahuan teknologi memang penting. Akan tetapi, ilmu agama itu lebih penting dan sifatnya wajib,” tegasnya. Maka dari itu, pihaknya memang berkomitmen dalam menciptakan lulusan yang mahir dalam ilmu pengetahuan teknologi dan ilmu agama.
Dia menjelaskan, UNIRA Kepanjen semakin diminati masyarakat utamanya dari kalangan NU. “Buktinya, jumlah mahasiswa baru kami untuk tahun ini melonjak drastis. Bila tahun lalu 600 mahasiswa, tahun ini kami menerima 900 mahasiswa,” pungkasnya.(big/sir/lim).

Berita Terkait

Berita Lainnya :