Mahasiswa UMM dan Singapura Rancang Produk Ramah UMKM


MALANG - Mahasiswa Singapore Polytechnic (SP) berkolaborasi dengan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuat produk ramah usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Produksi yang dimaksud yaitu produksi bawang goreng, jamu tradisional, dan pisang.
Tiga prototipe itu dirancang kolaborasi 65 mahasiswa SP dan UMM selama sepekan, yaitu 12-19 September 2017 melalui program Learning Express (LEx). Hasilnya, prototipe berupa teknologi tepat guna itu dipamerakan di Aula Perpustakaan UMM, Selasa (19/9) yang turut dihadiri perwakilan dari Desa Temas.
Asisten Rektor UMM Bidang Kerjasama, Soeparto, menjelaskan program ini ke depan tidak akan berhenti disini. Hasil prototipe kegiatan LEx ini akan ditindaklanjuti lagi. “Harapannya, prototipe yang sudah diusulkan peserta akan dikembangkan di Singapore dan Jepang serta diuji oleh dosen secara ilmiah. Untuk peserta juga diharapkan menindaklanjuti kegiatan ini langsung ke desa dan tentu didampingi oleh dosen-dosen pendamping,” kata Soeparto dirilis Humas UMM.
Semula, 65 mahasiswa itu dibagi tiga kelompok secara acak. Setelah itu mereka diharuskan meriset secara detil agar bisa menemukan inti permasalahan. Dari produksi bawang goreng, peserta berhasil memodifikasi sebuah meja untuk mengatasi bawang merah yang berjatuhan saat dipotong-potong. Dengan meja itu, pemotongan bawang merah juga menjadi lebih cepat dan higienis.
Pada produksi jamu tradisional, peserta membuat prototipe alat pemeras jamu agar proses pembuatan jamu lebih cepat  dan higienis. Sementara ampas sisa perasan jamu diolah menjadi permen dan beberapa produk yang punya nilai ekonomi tinggi.
Terakhir, penjual pisang, mahasiswa membuat prototipe tempat menjual pisang yang dimodifikasi secara mekanik pada terpal yang digunakan untuk menghindarkan pisang dari panas dan hujan. Selain itu, juga dibuat prototipe meja yang bisa berputar agar proses pemberian karbit lebih cepat dan mudah. (oci)

Berita Lainnya :