Maba Poltekom Diingatkan Waspadai Berita Hoax


MALANG - Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik Kota Malang (Poltekom) mengusung tema Pancasila. Dosen Administrasi Publik UB Dr. rer. pol. Romy Hermawan hadir menjadi salah satu pembicara. PKKMB Poltekom 2017 bertema “Membentuk karakter mahasiswa yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila serta memiliki daya saing di dunia industri”.
Ia mengajak mahasiswa baru Poltekom agar memiliki integritas diri sehingga tidak lekas percaya dengan berita-berita yang berkembang di media sosial. Sebab sebagian berita yang beredar di medsos terbukti banyak berita bohong (hoax).
“Kalian jangan mudah percaya informasi yang tidak jelas  apalagi menjadi bagian dari penyebaran berita bohong itu,” pesan Romy Hermawan dirilis Humas Poltekom.
Selain itu, ia menegaskan, mahasiswa baru Poltekom  sebagai generasi muda wajib bangga terhadap bangsa dan negara. Sebab Indonesia sekarang amat sangat diperhitungkan oleh negara-negara lain.
“Tidak ada di dunia ini bangsa yang memiliki total keaneka ragaman seperti Indonesia,” jelas Alumni University of Postdam Brandenburg  Jerman ini.
Untuk merekatkan persatuan dan kesatuan ditengah keanekaragaman tersebut, lanjutnya, diperlukan alat pemersatu yakni Pancasila yang sudah terbukti sangat ampuh meredam berbagai gejolak. Serta dalam aspek ketahanan nasional (Tannas)  dalam aspek IPOLEKSOSBUDHANKAM (ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya pertahanan dan keamanan) terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
Di sesi akhir, anggota Yayasan Pendidikan Kota Malang ini  berpesan agar mahasiswa baru Poltekom selalu menjadi pribadi yang positif dan turut melestarikan nilai-nilai (karakter) asli bangsa Indonesia yakni toleransi, kejujuran dan gotong royong.
Betta Wahyu Retna Mulya, Ketua PKKMB menjelaskan selain materi wawasan kebangsaan, agenda PKKMB Poltekom 2017 juga dilengkapi dengan motivasi kuliah dan softskill, pengenalan akademik, sosialisasi PKM, PBB (peraturan baris berbaris) hingga orientasi kampus.
“PKKMB bagi mahasiswa baru ini kami kemas humanis dan dilakukan di dalam kampus, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” tandasnya. (oci)

Berita Lainnya :