Disdik Akan Mendata Siswa yang Ikut Madin


MALANG - Pelaksanaan Program Lima Hari Sekolah sempat mendapat penolakan karena dikhawatirkan mengganggu pelaksanaan sekolah sore di Madrasah Diniyah (Madin). Karena itulah, Dinas Pendidikan Kota Malang menginstruksikan sekolah untuk mendata jumlah siswa yang mengikuti madin. Hal ini lantaran waktu pelaksanaan madin siswa yang bersamaan dengan kegiatan Lima Hari Sekolah. Selanjutnya, orang tua harus diajak berdiskusi mengenai keberlanjutan pelaksanaan PPK melalui Lima Hari Sekolah.
“Bila memang tidak setuju, ya harus dicarikan solusi. Lebih baik anak pulang sesuai dengan jam akademis. Tidak apa-apa kalau tidak mengikuti tambahan di sekolah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dra. Zubaidah, MM., saat memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi Pendidikan Keluarga Dinas Pendidikan Kota Malang di hadapan seluruh Kepala Sekolah SMP Negeri dan Swasta (19/9).
Dalam kesempatan tersebut, dia juga berpesan kepada sekolah untuk tidak memaksakan pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter melalui Lima Hari Sekolah. Karena menurutnya, banyak hal yang harus disiapkan, dan salah satu yang penting diantaranya mengakomodir semua kebutuhan siswa, termasuk kegiatan di luar sekolah.
Siswa yang mengikuti madin, les, atau kegiatan lainnya diperbolehkan tidak mengikuti tambahan di sekolah. Untuk ini, siswa akan memiliki dua raport, yakni raport akademis dan raport non akademis. Hal tersebut sempat  disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Muhadjir Effendy  pada saat diskusi PPK beberapa waktu yang lalu. Pada raport non akademis ini, nantinya akan melingkupi rekam jejak kesehatan, dan kegiatan siswa di luar sekolah diantaranya les atau mengaji.
“Selain memilih program non akademis, orang tua juga harus mengetahui apa yang menjadi hobi anak dan apa yang sesuai dengan kemampuan anak,” sambungnya.
Sebelum terbit Permendiknas nomor 23 tahun 2017 mengenai hari sekolah, Kota Malang telah lebih dulu menerapkan sistem ini. Ketika pelaksanaan Lima Hari Sekolah menjadi peraturan, kemudian pihaknya hanya bertugas untuk melanjutkan.
“Tapi kami harus melihat saran dari masyarakat, salah satunya tentang mengaji. Ini bisa diatasi dengan dua raport yang tadi, yakni dari sekolah dan dari Madin sehingga akan klop,” sambungnya.
Setahun berjalan, pihaknya selalu melakukan evaluasi dan banyak yang menurutnya masih perlu dibenahi.
“Untuk ini yang bisa menilai adalah dari masyarakat. Yang pasti kami terus melakukan yang terbaik,” imbuhnya. (ras/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :