magista scarpe da calcio Rektor UB Ajak Mahasiswa Jadi Developer


Rektor UB Ajak Mahasiswa Jadi Developer


MALANG –  Usaha bisnis property masih menjadi bisnis yang menjanjikan saat ini. Bahkan, peluangnya sebesar bidang IT. Bisnis ini tak lagi identik dengan besarnya modal, namun juga bisa menjadi peluang emas bagi mahasiswa ataupun lulusan perguruan tinggi di jurusan apapun.
 “Penghasilan saya selain dari dosen ya dari menjadi developer. Ini merupakan bisnis yang menjanjikan bahkan saat ini saya sudah mendidik anak saya untuk menjadi developer padahal dia adalah lulusan teknik elektro,” kata Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Bisri dalam acara Pelatihan Literasi Properti 10 Ribu Young Entrepreneur In Property, kerjasama antara UB dan Bank BTN, kemarin (20/9).
Sebagai permulaan, mahasiswa atau alumni dapat mencoba peluang Rumah Bersubsidi.
“Bagi sebagian orang, rumah sederhana itu ibarat nasi. Jadi kalau sudah ada nasi maka kita bisa tenang,” kata Ketua DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia. Endang Kawijaya.
Tingginya permintaan ternyata tak sebanding dengan jumlah property. Sasaran konsumen bidang ini masih terbuka lebar, diantaranya pekerja berpenghasilan tetap/formal dan berkecukupan pendapatan, kedua pekerjaan informal, dan ketiga pekerja berpenghasilan tetap namun rendah. Namun nyatanya, lanjut Endang, di tahun 2017 hanya kelompok pertama yang  terakomodir saat ini sampai dengan 210 ribu unit.
Di kelompok kedua, masih hanya 10 ribu unit atau lima persen saja yang terlayani. Padahal, potensinya minimal sama dengan kelompok pertama. Konsumen kelompok terakhir masih belum terlayani sehingga memerlukan terobosan dengan mensinergikan dengan program rumah swadaya.
Untuk berkecimpung dalam bisnis property, terdapat empat konsep yang harus dipahami, diantaranya Land, Capital, Legality, dan Skill. Dari sisi capital, misalnya, bagaimana menjadi pengusaha property tanpa modal. Sisi legalitas juga harus dipahami tentang kepengurusan perizinan secara cepat, dan yang tidak kalah penting yakni ketrampilan.
“Bagaimana memahami laporan keuangan, mengelola proyek dan menjual. Kalau tidak punya kompetensi menjual, maka tidak akan bisa menjadi developer,” ujar Kepala Divisi Housing Finance Center BTN Reinhard Harianja. (ras/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :