Jadi Kasek 10 Hari di Papua

 
MALANG - Kepala SMAN 6 Malang Drs. Hariyanto M.Pd menjadi kepala sekolah selama 10 hari di Papua. Haryanto menjalankan tugasnya di SMAN 2 Skanto Papua dalam program kemitraan kepala sekolah daerah 3T Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T). Meski hanya 10 hari, ia berhasil merubah mindset warga Papua dalam perbaikan sistem Pendidikan.
“Saya sedikit terkejut, sebab di sana tidak ada kurikulum yang dijadikan sebagai pedoman  pengajaran. Padahal, kurikulum itu penting dalam sebuah sistem pendidikan. Saya sempat berfikir, ini tugas berat dan tanggung jawab besar bagi saya,” ungkap dia.
Membuat perubahan kebijakan tidak mudah. Ketika mencoba menyosialisasikan pembuatan kurikulum, ia pun mendapatkan penolakan dari guru di sana. Ketidak percayaan dan masih belum terbukanya pemikiran para wakil kepala sekolah dan guru membuat Haryanto harus berfikir ia bisa meyakinkan para waka dan guru. 
Dengan latarbelakang SDM berbeda, budaya serta pola pikir yang berbeda, Haryanto berupaya menggunakan cara persuasif untuk mengajak mereka bersama-sama mengubah pola dan model sekolah ini.
“Membuat mereka percaya itu tidak mudah. Apalagi saya hanya punya waktu 10 hari saja. Saya harus terus memberikan mereka keyakinan. Cara saya adalah membimbing mereka, tidak hanya memberikan sosialisasi saja, namun juga membantu mulai dari membuat kerangka, hingga jadilah sebuah kurikulum utuh yang siap dijadikan bahan pembelajaran,” terang dia.
Setelah ia berhasil memberikan bimbingan membuat kurikulum, ia pun bisa bernafas lega. Sebab, SMAN 2 Skanto, saat ini telah berkembang dengan kurikulum 2013. Di tahun ketiga, ia tinggal menyempurnakan apa yang telah ia lakukan. Ia masih memberikan pantauan untuk terus membantu kemajuan sekolah itu.
Haryanto terpilih sebagai satu-satunya kepala SMA di Malang yang bertugas di daerah 3T. Ia telah mengikuti agenda ini sejak tahun 2015. Prestasinya berhasil membuat perubahan pada sekolah yang ia imbaskan, membuatnya kembali dipercaya oleh pemerintah untuk meneruskan program kemitraan kepala sekolah. (sin/oci)

Berita Lainnya :

loading...