SD Plus Al-Kautsar Peringati Car Free Day se Dunia


MALANG - Selama kurang lebih empat jam, mulai pukul 06.00 WIB (22/9) , lingkungan SD Plus Al-Kautsar bebas dari polusi udara utamanya yang diakibatkan asap mesin bermotor. Pasalnya, sekolah yang berada di Jalan Simpang Adi Sucipto ini memperingati Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day) se dunia yang jatuh pada 22 September setiap tahunnya.
Seluruh jenis kendaraan bermotor untuk beberapa jam tidak diperkenankan masuk lingkungan sekolah. Baik kendaraan guru maupun kendaraan orangutan siswa yang mengantarkan anaknya ke sekolah.
Semua kendaraan ini diparkir di gerbang depan sekolah yang ada di Komplek Perumahan Graha Pelita Asri Kecamatan Blimbing. Tak ayal, dari tempat parkir yang jaraknya lebih dari 100 meter guru dan siswa harus berjalan kaki ke sekolah.
Kepala SD Plus Al-Kautsar Dr. Dhiah Saptorini, SE. M.Pd mengatakan, pada peringatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor kali ini pihaknya harus melakukan gerakan untuk memsukseskan program peduli lingkungan sehat dan bersih. "Meskipun gerakan itu dari lingkup kecil dan melibatkan anak anak," ujarnya.
Ia mengatakan keterlibatan anak-anak dinilai gerakan yang efektif untuk membangun presepsi yang positif di kalangan masyarakat. Sehingga tujuan untuk mewujudkan lingkungan yang sehat dan bersih dapat tercapai. “Kalau anak-anak itu murni, berbeda dengan orang dewasa yang kadang dinilai masyarakat mempunyai maksud tertentu," katanya.
Gerakan siswa yang dilakukan pada pagi kemarin, yaitu dengan membentangkan spanduk berisi anjuran kepada semua orang untuk peduli terhadap lingkungan. Ada dua spanduk yang mereka bawa. Satu bertukiskan ‘Hilangkan Ketergantungan Terhadap Kendaraan Bermotor Untuk Lingkungan Yang Bebas Polusi’. Sedangkan satu spanduk lainnya berisi, ‘Mari Menjaga Lingkungan Kita Dengan Menggunakan Energi Ramah Laingkungan’. "Tujuan kami hanyak ingin mengingatkan masyarakat. Dan yang paling utama adalah pendidikan bagi siswa-siswi. Dengan sebuah gerakan, maka akan semakin tertanam kuat dalam benak mereka," terangnya.
Sebagai Sekolah Dasar yang telah mendapat gelar Adiwiyata Mandiri, SD Plus Al-Kautsar selama ini begitu gigih mengedukasi masyarakat untuk mewujudkan lingkungan sehat. Oleh karena itu, kepada pihak pemerintah Rini berharap adanya dukungan minimal melakukan hal sama untuk kepentingan lingkungan warga Kota Malang. "Kami kira pemerintah juga merupaya menjadikan Kota Malang ini bersih. Tapi masih perlu adanya dukungan berupa penyediaan fasilitas. Jadi tidak hanya himbauan saja. Misalnya tempat sampah dan wastafel yang tidak hanya ditempatkan di titik tertentu saja. Sebab masyarakat itu bukannya tidak bisa menjaga kebersihan tapi jika sarananya ya tidak akan maksimal," tuturnya.
Selain itu, Kepala Sekolah yang baru saja menyelesaikan program doktoralnya ini menambahkan, pemerintah juga harus bisa melakukan pengawalan program yang berjenjang dengan sistem kontrol yang bagus. Sehingga tujuan mewujudkan Kota Malang yang bersih dan sehat dapat terwujud.
Peringatan Car Free Day ini juga mendapat dukungan dari orangtua siswa. Meskipun mereka tidak bisa mengantar anaknya sampai sekolah, namun dengan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendidik siswa untuk bisa peduli pada lingkungan. " Kami kira kegiatan ini sangat positif, meskipun anak saya harus jalan kaki sejauh seratus atau dua ratus meter tidak masalah. Apalagi ini untuk kesehatan lingkungan di sekolah agar bersih dan nyaman," ungkap Lilik Winarsih, orangtua dari Naura Anindita, siswa SD Plus Al-Kautsar. (imm/sir/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :