85 Persen Lulusan AKAFARMA PIM Diserap Industri


MALANG - Akademi Analis Farmasi dan Makanan (AKAFARMA) PIM terus meningkatkan kualitas pendidikannya. Bidang analisa farmasi dan pangan memiliki pangsa besar di dunia industri, mengingat bidang pangan dan obat-obatan yang senantiasa berkembang dan selalu dibutuhkan.
"Terlebih di sekitar kita masih banyak bahan pangan yang masih belum diketahui kebermanfaatannya. Padahal, pengobatan dari bahan alam tersebut harusnya bisa menjadi rujukan utama, tidak sekadar sebagai alternatif," ujar Direktur AKAFARMA PIM Dr. Misgiati, M.Pd.
Oleh karena itu, tak mengherankan bila jurusan AKAFARMA memiliki tingkat keterserapan kerja yang tinggi hingga mencapai 85 persen. Sisanya melanjutkan S1 bidang Farmasi atau Teknologi Pangan, dan wirausaha membuat produk pangan.
Lulusan AKAFARMA telah melalui proses pembelajaran tematik sehingga memiliki kemampuan analisa yang baik serta berfikir secara komprehensif.
Beberapa saat yang lalu, AKAFARMA telah sukses menyelenggarakan kompetisi Cipta Kreasi dan Inovasi Pangan serta lomba Foodgenic berjudul Transfoodmation. Gelaran ini sukses menyedot banyak peserta dari SMA sederajat di Jawa Timur. Dalam bidang pengabdian masyarakat, AKAFARMA memiliki desa binaan kampung tematik di Lesanpuro untuk proses penanaman, pengolahan hingga kepengurusan PIRT.
Penelitian dosen dan mahasiswa AKAFARMA disesuaikan dengan visi misi mengangkat kimia bahan pangan fungsional hingga terbit produk dan jurnal nasional maupun internasional. Tak hanya mahasiswa, dosen juga dituntut mengikuti magang di industri untuk mempelajari lebih dalam teknologi yang kini sedang berkembang. Dosen AKAFARMA telah aktif dalam berbagai penelitian. Terbukti dari diterimanya hibah penelitian dosen mandiri di tahun 2015 dan terus berlanjut hingga sekarang, hibah pusat karier, dan masih banyak lainnya.
Hari ini, AKAFARMA meluluskan 27 mahasiswanya sebagai lulusan ke-18. Misgiati berharap mereka dapat terus menjaga kesederhanaan, meningkatkan kerjasama sebagai lulusan. (ras/sir/oci)

Berita Lainnya :

loading...