Masyarakat Belum Paham Cara Simpan Susu Segar


MALANG – Rabu (27/9) Universitas Brawijaya menambah dua guru besar, yakni dari Fakultas hukum dan Fakultas Peternakan. Upacara pengukuhan dijadwalkan berlangsung di Gedung Widyaloka, UB. Prof. Dr. Ir. Lilik Eka Radiati MS, yang akan dikukuhkan menyampaikan pidatonya berjudul Praktik Penanganan Susu Segar yang Baik untuk Meningkatkan Mutu Mikrobiologis Sesuai dengan Standar Nasional.
“Susu itu bahan pangan yang mudah terkontaminasi, padahal steril ketika di dalam ambing. Makanya kami terus suarakan berbagai metode untuk menurunkan jumlah bakteri di susu,” ujarnya.
Selain proses pengolahan, pengemasan di peternak, kadang kasus keracunan terjadi karena ketidakpahamana konsumen pada cara penyimpanan susu. Terlebih, bakteri di susu dapat berkembang dengan cepat dalam waktu singkat pada kondisi tertentu.
Oleh karena itu, dia menyarankan agar para peternak mengikuti prosedur dalam proses pengolahan susu dan dapat menginovasi berbagai hasil kajian penelitian. Salah satunya yang paling baru untuk mengendalikan mikroba dalam susu, yakni menggunakan kejut listrik, hasil penelitian salah satu mahasiswanya.
“Ada mikroba yang lengket di putting sapi sehingga bisa mengkontaminasi susu. Dengan kejut listrik ini bisa menurunkan bakteri sampai 99 persen,” imbuhnya.
Prof. Dr. Abdul Rachmad Budiono, SH, mengangkat tentang penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PHI), yang diatur dalam undang-undang no. 2 tahun 2004.
“Dalam sistem hukum peradilan, ada yang masih belum diakomodir yakni beban pembuktian. Ketika terjadi masalah, pekerja sulit membuktikan alat bukti dipegang pengusaha. Karena itu sedang diperjuangan di mahkamah konstitusi tentang beban pembuktian,” ujarnya.
Diceritakan oleh Rachmad, selama kekalahan pihak pekerja pada 85 persen kasus PHI bukan karena kalah perkara, namun karena tidak cukup pembuktian. Oleh karena itu, ke depan dia berharap beban pembuktian akan lebih berat di pengusaha karena mereka memiliki kemampuan, dana serta akses lebih dibandingkan pekerja. (ras/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...