Mahasiswa FEB UB Ikuti Sosialisasi Lembaga Penjaminan Simpanan


MALANG – Upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Lembaga Perbankan, Lembaga Penjaminan Simpanan mengadakan kegiatan sosialisasi sekaligus penandatanganan nota kesepahaman di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Brawijaya (UB) Malang, Rabu (27/9).
Ketua Eksekutif LPS, Fauzi Ichsan menjelaskan, mahasiswa perlu mengetahui peran dan kerja LPS dalam perbankan. Selain itu, pihaknya juga berupaya menjalin hubungan baik dengan lembaga edukasi Negara, serta melakukan rekruitment dari lembaga pendidikan yang terbaik.
“Saat ini kami sudah memiliki 270 karyawan, nantinya akan kami tingkatkan jumlahnya sampai 500 atau 550 karyawan dalam tiga tahun ke depan,” ujar Fauzi.
Tindak lanjut dari kerja sama ini yakni adanya program pendidikan berupa penyusunan silabus LPS ke dalam pembelajaran mahasiswa, dan pengajaran yang dilakukan oleh praktisi LPS kepada mahasiswa secara langsung. “Kami memerlukan akademisi untuk bekerjasama melakukan riset keuangan dengan topik-topik yang dekat dengan LPS. Salah satunya tentang faktor menuju kritis yang mungkin bisa didalami akademisi,” sambungnya.
Fauzi mengakui, tantangan paling berat dari kerja sama antara LPS dengan perguruan tinggi adalah tindak lanjut pascakerjasama. Namun, sejauh ini, antusiasme terbilang cukup tinggi, karena mendekatkan mahasiswa dengan kondisi sebenarnya. Selain UB, ada sepuluh universitas lain yang juga menjalin kerja sama dengan LPS. Berbagai riset juga telah dihasilkan, bahkan telah mencapai tahap kerja sama Training of Trainers (TOT).
Tak hanya penandatangan MoU, kemarin juga diadakan kuliah tamu oleh Senior Executive Vice President Lembaga Penjaminan Simpanan, Suharno Eliandy SE. Akt., M.Sc dengan tajuk LPS a Guardian of Financial Stability and Crisis.
Kepada seluruh mahasiswa yang hadir, Suharno menjelaskan mengenai kestabilan perekonomian dan langkah LPS dalam mencegah kritis. Dia mengatakan, peran dana perbankan dalam membangun negeri yakni sebesar 5.216 T atau sekitar 71 persen. Sehingga bila suatu bank yang akan tutup tidak diselamatkan, maka akan menimbulkan efek domino pada bank yang lain.
“Salah satu tanda krisis yakni adanya bank yang tutup. Saat ada satu bank tutup, kebanyakan nasabah akan mengambil dana mereka meskipun ada di bank lain,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I UB, Prof. Dr. Ir. Kusmartono mengatakan, kerja sama ini sejalan dengan visi UB untuk menggiatkan program three on one UB, dimana dalam satu mata kuliah akan diajar oleh tiga dosen, yakni dosen dari universitas, praktisi, dan dosen luar negeri.
“Ketika sudah berjalan, nanti akan ada 100 expert dan 100 praktisi yang akan melihat UB dan mahasiswa. Saat mengajar, mungkin ada ketertarikan prestasi dan bisa menjadi pintu untuk recruitment,” ujarnya. (ras/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :