Ajak Mahasiswa Belajar dari Pengalaman

 
MALANG – Menghadapi isu pendidikan yang terus berkembang, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) menerapkan kurikulum kebijakan UM yakni life based learning. Dalam kurikulum ini,  pembelajaran berbasis pada keadaan di lapangan, sehingga mahasiswa memiliki bekal yang baik menghadapi perkembangan pendidikan.
“Mahasiswa tidak hanya harus memiliki pengetahuan, namun kepribadian agar bagaimanapun perkembangan di lapangan, mereka akan siap,” ujar Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UM,  Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd.
Untuk itu, kegiatan intra dan ekstra dikembangkan. Organisasi mahasiswa menjadi wadah merangsang kreativitas.  Baru-baru ini, FIP juga telah membuka perpustakaan fakultas. Meski telah ada perpusatakaan universitas, namun perpustakaan fakultas menyediakan buku pengembangan khusus bidang pendidikan.
"Kondisi pendidikan dari tahun ke tahun semakin berubah. Partisipasi masyarakat sudah merata di berbagai daerah, namun untuk kualitasnya masih belum merata karena disparitas yang tinggi antar daerah," ujar Bambang.
Menurutnya, hal ini dikarenakan karakteristik dan kondisi pendidikan yang sangat beragam. Bambang mengakui secara kualitas, pendidikan di Indonesia sangat tinggi, namun ketidak merataan tersebut bila dihitung dalam rata-rata masih menghasilkan nilai yang belum cukup memuaskan.
Bambang mengatakan, isu-isu pendidikan bergulir dengan sangat cepat, misalnya munculnya regulasi baru tentang managemen pendidikan. Ditambah, pembimbingan di SD hingga PAUD, dan yang saat ini sedang ramai, yakni Penguatan Pendidikan Karakter. Teknologi pembelajaran terus berkembang, pendidikan luar biasa dan pendidikan non formal masih menjadi topik yang menarik untuk terus dipelajari.
“Anak-anak berkebutuhan khusus semakin banyak, jadi bagaimana pengelolaan sisi pembelajaran teknologinya,” ujarnya.
Dalam kaitannya menghadapi perkembangan isu pendidikan dan menyiapkan publikasi internasional berbasis riset, Sabtu mendatang (30/9) pihaknya akan menggelar seminar internasional dengan tema Global Based Education and Training menghadirkan para narasumber berkompeten di tingkat internasional. Nantinya, akan dibahas 57 artikel kependidikan dari empat negara, yakni Indonesia, Korea Selatan, Australia, Kanada, dan Malaysia.
“Hasil seminar ini nanti tentunya akan ada rumusan-rumusan  yang akan menjadi bahan peningkatan kualitas pembelajaran, baik untuk kepala sekolah dan tenaga kependidikan. Kami juga akan sampaikan ke Dinas Pendidikan sebagai bahan masukan,” ujarnya. (ras/oci)

Berita Lainnya :