Semangat Muharram, Siswa SMAI Sabilillah Telurkan 12 Inovasi


MALANG - Semangat menyambut tahun baru Hijriyah menggelora di SMA Islam Sabilillah. Serangkaian kegiatan dilaksanakan mulai dari lomba, pameran karya inovatif siswa, hingga kirab. Kegiatan dilaksanakan dua hari, (29-30/9) lalu.
Yang istimewa, kemeriahan Muharram juga diwarnai dengan pameran hasil Project Based Learning (PJBL) Assembly. Dimana siswa mempresentasikan proyek yang mereka buat berdasarkan pembelajaran di sekolah dan tema yang telah ditentukan.  Bertemakan Be Creative, salah satu kelompok siswa membuat proyek power bank dari tenaga matahari. Karena produk PJBL dalam tema ini berhubungan dengan komputer, maka siswa juga diminta untuk membuat manual book yang berisi langkah serta penjelasan singkat dari proyeknya.
Dengan PJBL, Kepala SMAIS Ali Afandy S.Pd M.Pd mengatakan, anak-anak dapat menyerap materi dengan baik karena terjun langsung dengan membuat proyek dan bekerja secara nyata. Setiap kelompok berlomba menampilkan ide dan presentasi yang terbaik dengan memilih satu dari tiga bahasa, yakni bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab. Pemenang berhak mempresentasikan PJBL mereka di hadapan orang tua.
“Kami tidak memilih dari hasil produknya, tapi pada ide kritis dan kreatif anak-anak. Karena diadakan setiap tiga bulan sekali, paling tidak dalam setahun mereka punya 12 ide bagus. Ini bisa menjadi titik awal mereka untuk meneliti di perguruan tinggi nanti,” ujarnya.
Dalam PJBL ini, lanjut Ali, mendorong terbentuknya sikap kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikasi pada siswa. Sehingga, semangat dalam PJBL juga dapat menjadi titik awal dalam suatu penelitian untuk kemudian diikutkan dalam berbagai lomba karya ilmiah, baik mencangkup ide, kerja tim, penulisan karya ilmiah, dan presentasi.
Sementara Sabtu, (30/9) digelar perayaan dalam bentuk kirab di sekitar lingkungan sekolah. Seluruh siswa berjalan di belakang iringan Al Banjari sekolah sambil membawa tulisan bertema Tahun Baru Islam.
Ali menegaskan, peringatan tahun baru Islam harus dirayakan untuk memaknai perubahan menjadi pribadi yang lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Dalam pola pikir anak-anak, harus memiliki pikiran untuk terus berubah. Dengan siswa memakai baju putih pada kirab Sabtu lalu, menjadi makna penyucian diri.
“Berubah artinya tidak boleh diam. Kami harus selalu bisa melihat sesuatu untuk dievaluasi, diperbaiki, lalu dievaluasi kembali,” kata Ali.
Sebelumnya, pada tanggal 29 September lalu digelar lomba Musabaqah Syahril Quran. Selain untuk menjaring siswa berbakat, sekaligus untuk memberikan pengalaman berkompetisi dalam bidang ini. Selanjutnya, juga digelar drama musical bertema napak tilas perjalanan Nabi pada bulan Muharram. Diantaranya bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa, terselamatkannya Nabi Musa dari Fir’aun, dan keluarnya Nabi Yunus dari perut ikan. Juga diadakan lomba Salawat Nasyid Akapela dan santunan 20 anak yatim dari amal sodaqoh siswa. (ras/sir/oci)

Berita Lainnya :