Didatangi Siswa SMAN 8, Desa Bendosari Pujon Berseri


MALANG - Sebanyak seribu siswa dan guru SMAN 8 Malang mengikuti kegiatan live in di desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Batu. Selama tiga hari, mereka tinggal di rumah warga dan ikut merasakan kehidupan warga sekitar seperti memetik sayuran, memerah sapi, dan bekerja di ladang.
Kepala SMAN 8 Malang H. Moch. Sulthon, M.Pd mengatakan, ada berbagai kegiatan yang dilakukan siswa selama mengikuti live in sejak Kamis (28/9) lalu, diantaranya bakti sosial, bazar murah, mengajar di sekolah, dan pemeriksaan kesehatan gratis.
“Bisa dikatakan SMAN 8 Malang menguasai desa selama tiga hari itu,” ujarnya.
Siswa mengumpulkan sembako dan baju layak pakai untuk kemudian dijual ke masyarakat dengan harga murah. Siswa Smarihasta juga mengajar di SD, MI dan SMP di sana. Mereka juga memberikan edukasi cara menggosok gigi yang benar dan juga manajemen perpusatakaan di sekolah.
Dalam agenda pengobatan gratis yang diikuti oleh hampir 100 masyarakat, SMAN 8 Malang menggandeng alumni yang telah menjadi dokter. Sulthon berujar, desa Bendosari berbeda suasana selama tiga hari tersebut.
“Saya mendapatkan informasi dari kepala desa, kalau giat live in kemarin mengakibatkan perputaran uang sampai setengah miliar di sana. Karena banyak toko dan orang jualan makanan yang diserbu anak-anak,” ujarnya.
Telah berjalan selama tiga tahun, kegiatan ini bertujuan agar siswa dapat bersosialisasi dan belajar bermasyarakat. Setiap kelompok juga ditugaskan untuk membuat laporan kegiatan. Dengan agenda rutin, diharapkan dapat memberikan suasana yang berbeda di setiap tahun.
“Jadi ketika sudah selesai kuliah,  anak-anak tidak merasa canggung ketika harus terjun ke masyarakat,” urainya.
Sementara itu, diceritakan ketua OSIS SMAN 8 Malang, Jagad Dipo Alam, sebelum pelaksanaan live in, dia beserta guru melakukan survey ke lokasi untuk melihat kebutuhan masyarakat di sana. Dan untuk pengobatan gratis, Jagad dan tim terlebih dahulu mendata penyakit yang banyak diderita dan kecenderungan pengobatan yang lebih disukai masyarakat.
Banyak hal yang dia dan rekan-rekannya dapatkan. Jagad  mengatakan, ternyata banyak hal kecil bagi mereka yang terasa sangat luar biasa untuk masyarakat desa Bendosari.
“Misalnya saat kami mengadakan pertandingan voli antara ekskul SMAN 8 dengan warga, menurut kami itu hanyalah pertandingan kecil, tapi banyak sekali warga yang antusias seperti halnya menonton pertandingan besar,” ujarnya.
Seluruh siswa merasa senang dapat merasakan tinggal dalam lingkungan yang jauh dari pusat kota dan berbaur dengan masyarakat setempat. Menurutnya, masyarakat pedesaan memiliki sudut pandang yang menarik dalam berbagai permasalahan. (ras/oci)

Berita Lainnya :