Satu-satunya di Malang Raya, Siap Patenkan Motif Original Karya Siswa


SEBAGAI satu-satunya sekolah yang memiliki kompetensi keahlian kriya batik se-Malang Raya, SMKN 5 Malang memperingati Hari Batik Nasional dengan mengadakan pameran dan bazar batik bertajuk Batik Week 2017, Senin (2/10) hingga Minggu (8/10). Pameran dan bazar batik ini merupakan salah satu agenda SMKN 5 Malang yang rutin diadakan setiap tahunnya. Kurang lebih sebanyak 200 siswa yang berasal dari  6 kelas program Kompetensi Keahlian Kriya Batik dan Tekstil memamerkan hasil karyanya.
Produk batik yang ditawarkan selama bazar ini berlangsung juga cukup variatif, mulai dari batik cap, tulis hingga lukis. Untuk batik berukuran 2 meter x 120 cm hanya dilepas dengan harga Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu. Sedangkan batik berukuran kecil bahkan hanya dijual dengan harga Rp 7500 yang bisa dipakai untuk bermacam macam kegunaan seperti serbet, hiasan hingga ikat kepala.
“Hari ini (kemarin,Red) digelar pameran dan bazar batik, semuanya merupakan asli karya dari siswa. Ada juga demo membatik tulis," jelas Muh Nurkholis Hd. ST, guru program kompetensi keahlian batik dan tekstil.
Dengan dukungan penuh dari pihak sekolah, batik milik SMKN 5 Malang ini pun telah diakui kualitasnya oleh pemerintah. Mulai dari Wali Kota Malang hingga Direktur PSMK Kemendikbud Jakarta pernah memakai hasil produk batik dari SMKN 5 Malang.
Pada kesempatan ini, Nurkholis juga mengarahkan siswanya untuk menawarkan produk batik dengan cara berkeliling ke seluruh kelas di sekolah. Menurutnya, dengan cara ini, siswa akan terlatih dalam hal memasarkan produknya kelak.
"Pihak sekolah mendukung penuh dengan memfasilitasi setiap kebutuhan siswa. Pembuatan batik ini memerlukan ketelatenan dan ketelitian, Namun, siswa juga harus dibekali bagaimana cara memasarkan hasil karya mereka. Ini juga sangat penting agar karya mereka bisa terus berkembang," ujar Nurkholis.
Lebih jauh, Nurkholis mengutarakan harapannya agar siswa mampu untuk terus menciptakan variasi dan inovasi dalam berkreasi membuat batik.
"Melalui momentum hari batik ini saya juga berharap agar kita sebagai sekolah pioneer satu satunya yang memiliki jurusan batik se Malang Raya ini supaya ke depan bisa terus variatif, kreatif, semakin dikenal, semakin banyak juga orang mengenal batik karena batik ini merupakan warisan budaya bangsa," harapnya.
Sementara itu, Wahyu Andreas, Humas SMKN 5 Malang mengatakan pada tahun ini, SMKN 5 Malang telah memiliki rencana untuk mematenkan desain batik dengan ciri khas dan motif batik asli milik SMKN 5 Malang.
"Seperti yang saya pakai sekarang ini merupakan hasil batik karya siswa. Kita ingin agar motif batik khas SMKN 5 Malang ini agar segera dipatenkan dalam waktu dekat ini," ungkap Andre, sapaan akrabnya. (yan/sir/oci)

Berita Lainnya :