magista scarpe da calcio Direktur Baru RSUB Ditarget Kejar Akreditasi C


Direktur Baru RSUB Ditarget Kejar Akreditasi C


MALANG – Memasuki masa pensiunnya, Prof. Dr. sr. Djanggan Sargowo, Sp. PD., Sp. JP (K) digantikan oleh Dr. dr. Aswoco Andyk Asmoro, Sp. An sebagai Direktur Rumah Sakit Universitas Brawijaya. Serah terima jabatan dilakukan kemarin (2/10) di Ruang Cendrawasih Gedung RS UB lantai 3. Nantinya, Aswoco Andyk akan menjabat hingga tanggal 24 Agustus 2018.
Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, M.S mengatakan, promosi dan mengejar akreditasi C masih menjadi agenda utama kerja.
“Karena okupasinya masih sekitar 10 persen dengan fasilitas 65 bed, tentu yang dibutuhkan saat ini adalah mengenalkan rumah sakit ini kepada masyarakat. Kami juga sedang menyiapkan akreditasinya dan alat-alat rumah sakit,” ujarnya.
Rumah sakit tersebut mendapatkan izin operasional pada 18 Desember 2016 dengan perjuangan yang sangat panjang terkait dengan perizinan. Namun kemudian RSUB merasa optiomis karena disokong oleh Universitas Brawijaya yang memiliki 68 ribu mahasiswa dan Fakultas Kedokteran dengan akreditasi A.
“Kami memiki luas tanah yang besar, tempat strategis dan sangat ideal untuk tempat parkir. Kami punya dosen muda dengan vitalitas yang prima dan kompetensi baik dan jadi harapan untuk menjadi rumah sakit tipe C,” kata Djanggan.
Djanggan melanjutkan, rumah sakit memiliki padat modal, padat energy, padat sumberdaya dan padat karya, sehingga untuk melanjutkan layanan rumah sakit ke tipe C seolah seperti sebuah mimpi yang emosional.
“Tapi kami harus optimis. Rumah sakit Unair saja perlu waktu lima tahun untuk menjadi rumah sakit yang baik, kita yang baru delapan bulan juga pasti bisa,” sambungnya.
Sejak layanan BPJS di RS UB telah aktif pada bulan Juli lalu, jumlah pasien mengalami peningkatan. Bila sebelumnya pasien hanya berjumlah 30 hingga 40 orang per hari, maka kini naik pada 50 sampai 100 pasien rawat jalan, dan 10 hingga 20 pasien rawat inap. Dengan dioperasinoalkannya lantai 5 hingga lantai 7 pada akhir tahun ini, maka diharapkan akan menambah hingga 100 unit bed.
Dalam programnya hingga 24 Agustus mendatang, Aswoco mengatakan masih akan berfokus untuk melanjutkan program yang telah ada, meliputi sarana dan prasarana.
“Keunggulan rumah sakit ini adalah milik UB, sehingga kami punya SDM dari fakultas Kedokteran yang baik. Hanya bagaimana bsia mengkoordinasikan itu,” ujarnya.
Sebelum menjabat sebagai Direktur RSUB, dia menjabat sebagai Wakil Direktur I bidang pelayanan medis di rumah sakit tersebut. Lulus pada tahun 1992 di FK Sam Ratulangi, dia kemudian melanjutkan studi Magister bidang Ilmu Anesthologi dan Reanimasi dari FK Unair di tahun 2007. Dia kemudian menyelesaikan program Doktoral di FK UB pada tahun 2016 silam, untuk bidang Spesialis Anestesi dan Reanimasi.
Aswoco saat ini masih menjabat sebagai Ketua POKJA Pelayanan Anestesi dan Bedah, Wakil Ketua Tim Keselamatan Pasien, dan Anggota Tim Penilai Dosen Pendidik Klinik di Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang. Selain itu, dia juga menjabat sebagai Ketua Koordinator Kepaniteraan Klinik Umum FK UB. (ras/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top